LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kenapa TKP penganiayaan bocah panti asuhan belum steril?

"Kan di dalamnya itu ada barang-barang bukti," ujar Kepala Divisi Non Litigasi LBH Mawar Saron, Jecky Tengens.

2014-02-26 14:39:22
penganiayaan
Advertisement

Sepuluh bocah penghuni panti asuhan Yayasan Kasih Sayang Bunda menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya dengan didampingi beberapa perwakilan dari LBH Mawar Saron. Selain mendampingi para korban, LBH juga akan mempertanyakan terkait belum sterilnya lokasi pertama tempat terjadinya dugaan tindak kekerasan terhadap 30-an anak panti tersebut.

"Kita juga akan tanya proses penyelidikan karena perkembangan terakhir ternyata di TKP yang lama belum steril, belum ada police line. Akan ditanyakan ke polisi," ujar Kepala Divisi Non Litigasi LBH Mawar Saron, Jecky Tengens kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/2).

Jecky menuturkan, pihaknya khawatir sejumlah barang bukti yang ada di lokasi pertama akan dibersihkan oleh pemilik Panti. Hal itu dinilainya akan berpengaruh terhadap proses penyelidikan.

"Kan di dalamnya itu ada barang-barang bukti," tuturnya.

Pasalnya, saat pihak LBH Mawar Saron mengecek lokasi pertama panti, mereka menemukan beberapa kejanggalan. "Kemarin kita cek ke lokasi pertama, ternyata beras-beras yang sudah kutuan yang disimpan di gudang sudah diangkut. Kemudian, kasur-kasur baru yang tadinya disimpan di gudang, semuanya sudah dikeluarkan dan disusun rapi," paparnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menuturkan setelah pihaknya mengecek lokasi panti yang pada awalnya terletak di Jalan Kelapa Gading Barat Blok AG 15, No. 1 RT 12 RW 2, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang pada Jumat (21/2), rupanya seluruh penghuni telah berpindah tempat.

"Ternyata sudah dua minggu pindah ke alamat yang baru di Sektor 6, Blok GC 10, No. 1 Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang," jelas Rikwanto .

Kasus tersebut terungkap berawal dari salah satu anak panti H (20) berhasil kabur karena tidak kuat dengan perlakuan yang kerap dia terima dari C dan Y yang biasa dipanggil Ayah dan Bunda oleh anak-anak asuhnya. Ironisnya, H kabur dan melaporkannya ke donatur yang biasa membantu di panti asuhan tersebut.

Mengetahui hal itu, LBH Mawar Saron melaporkan kasus dugaan tindak pidana penelantaran atau diskriminasi terhadap anak di Bareskrim Mabes Polri pada 10 Februari 2014.

"Kemudian dari Bareskrim dilimpahkan ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 19 Februari 2014," jelas Rikwanto .

Adapun terlapor yang dilaporkan yakni Chemy Watulinggas alias Samuel selaku pemilik panti asuhan yang diduga telah melakukan tindak penganiayaan dan kekerasan terhadap 30 anak penghuni panti.

Baca juga:
10 Bocah panti asuhan Samuel diperiksa di Polda Metro Jaya
Pekan depan, Polda Metro periksa pemilik Panti Asuhan Samuel
Panti Asuhan Samuel pernah ditutup pada 2012
Bagaimana agar panti asuhan tak menjadi tempat penyiksaan anak
Penyiksaan massal anak-anak Tuhan

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.