Kenapa politikus Tanah Air doyan ritual mistis?
Agung Laksono menggelar wayang kulit dan ruwatan sebagai bentuk syukur selama semalam suntuk.
Partai Golkar kubu Agung Laksono menggelar wayang kulit dan ruwatan sebagai bentuk syukur atas hari jadinya Ketum Agung Laksono ke 66 tahun dan membuang sial terkait kisruhnya Partai Golkar. Acara yang bakal digelar seharian suntuk tersebut dilangsungkan di Kantor DPP Golkar di Slipi, Jakarta Barat, Senin (23/3) ini.
Dalam pagelaran ini kubu Agung Laksono mendatangkan Ki Manteb Soedharsono sebagai dalang dengan lakon Amarto Binangun. Beberapa dedengkot partai berlambang pohon beringin pun diundang untuk menyaksikan pertunjukan tersebut termasuk lawan politik Agung Laksono dalam memperebutkan kisruh kepengurusan Golkar, Aburizal Bakrie.
Selaku dalang, Ki Manteb Soedharsono membantah ruwatan tersebut berarti menyingkirkan kepengurusan kubu Ical. Menurut dia, tujuan selametan itu tak lain untuk menghilangkan masalah yang tengah melanda Golkar.
"Ruwat itu untuk menghilangkan sialnya, bukan untuk menyingkirkan seseorang, demi Allah bukan seperti itu. Agama juga bisa, namanya bukan ruwat, tapi istighasah. Jadi yang dibuang sukerto (kotornya kelakuan), bukan kotoran," kata Ki Manteb.
Sementara Sosiolog Musni Umar menilai ruwatan yang dilakukan kubu Agung cs lazim diperbuat politikus Indonesia. Cara seperti itu lumrah dilakukan masyarakat tanah air terutama suku Jawa dalam mensyukuri sesuatu hal yang didapat.
"Pandangan atau pikiran yang bersifat mistik itu tidak hanya dianut atau diamalkan oleh mereka masyarakat kelas menengah ke bawah, tapi juga masyarakat papan atas atau pun politikus elite. Kita juga tahu di zaman pak Harto itu bukan hanya memiliki ilmu-ilmu pandai melainkan bersifat mistik," kata Musni Umar saat dihubungi merdeka,com di Jakarta, Minggu (22/3) malam.
Melihat catatan-catatan tradisi masyarakat itu, ia menilai yang dilakukan kubu Agung cs saat ini tak lain untuk menjaga legalitas kemenangan dengan Ical terkait kisruh kepengurusan Golkar. Hanya saja dia menyarankan agar selamatan tersebut jangan sampai menambah panjang kisruh partai berwarna kuning ini.
"Saya kira orang boleh saja menggunakan segala macam cara termasuk menggunakan ahli mistik untuk melegitimasi kemenangan yang didapat. Tapi kita berharap dengan ruwatan itu perpecahan partai Golkar tidak berlanjut," kata pengajar di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Musni menambahkan, meski berhak melakukan kegiatan tapi sebaiknya perayaan syukur tersebut tak mengganggu nilai-nilai kepercayaan agama mayoritas pemilih partai Golkar. Sebab jika hal tersebut dilanggar maka ia menilai ke depan kubu Agung cs yang merugi dengan apa yang diperbuatnya hari ini.
"Ya bagaimana pun tetap saja jangan sampai melanggar nilai-nilai agama yang diyakini mayoritas pemilih partai Golkar, karena kalau bertentangan dengan nilai-nilai agama bakal merugikan partai golkar khususnya kubu Agung Laksono sendiri," pungkas dia.
Baca juga:
Ini komentar mantan ketua MK soal dukun jelang gugatan Prabowo
Ki Aji Langlang Jagad paranormal merangkap konsultan politik
Dukun dan tempat keramat sering didatangi caleg 'ngalap suara'
Dukun pengganda uang juga terima jasa pemenangan pilkada
Tak terhitung banyak caleg dan politikus datangi dukun Diajeng