Kenapa CCTV Sudirman-Bundaran HI Mati saat Demo Mahasiswa? Begini Penjelasan Pemprov DKI
Selama berlangsungnya unjuk rasa, Diskominfotik DKI Jakarta tidak mematikan CCTV di sekitar lokasi tersebut.
Sejumlah kamera pengawasan atau CCTV diduga mati di sekitar lokasi unjuk rasa mahasiswa dari arah Jalan Sudirman menuju Bundaran HI, Jumat (12/6).
Merespons hal tersebut, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim mengatakan, masalah tersebut kemungkinan muncul karena terlalu banyak yang mengakses Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta.
"Tadi kan saya telepon Kadiskominfo. Yang kita punya sepuluh, itu enggak mati. Nah, kalaupun lambat, karena banyak yang mau mengakses," kata Chico saat dikonfirmasi, dikutip Sabtu (13/6).
Dia memastikan, selama berlangsungnya unjuk rasa, Diskominfotik DKI Jakarta tidak mematikan CCTV di sekitar lokasi tersebut. Apabila ada yang mati, Chico menilai, itu merupakan cara mengurangi beban situs-nya karena trafik yang berat.
"Pada waktu-waktu tertentu kayak mati gitu, kayak lama, mati. Nah, apakah mungkin ada yang dimatikan gantian supaya trafiknya enggak terlalu berat? Enggak tahu juga. Tapi kita, yang sepuluh punya kita, enggak dimatikan kok," ucap dia.
Sebagai informasi, beredar di sosial media Threads dari akun @corneliusvito, bahwa CCTV sekitar Jakarta Pusat offline atau tidak dapat diakses.
"Jakarta Pusat CCTV mati, terlampir contoh MT Haryono yang CCTV-nya nyala. Stay Safe!" tulis akun tersebut.
Polisi Koordinasi dengan Pemprov DKI
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya akan berkoodinasi kepada Pemprov DKI Jakarta terkait mati-nya CCTV tersebut.
Bantah Jamming Sinyal
Kemudian, Budi juga membantah bahwa pihak kepolisian melakukan jamming sinyal, sehingga alat komunikasi sulit diakses.
"Jadi jamming yang dinyatakan tidak ada. Karena memang karena kepadatan anggota termasuk seluruh masyarakat aktivitas beberapa memang sinyal kita pun rata-rata sudah susah. Nah, kami juga akan komunikasikan dengan Diskominfo Provinsi DKI terkait tentang CCTV," kata Budi, Jumat (12/6).