Kemlu: Kemungkinan Johannes Marliem warga Amerika Serikat
Kemlu: Kemungkinan Johannes Marliem warga Amerika Serikat. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Armantha Tahir memastikan kabar tewasnya Marliem. Namun, dia tak tahu pasti, penyebab kematian Marliem yang dikabarkan bunuh diri tersebut.
Salah satu saksi kunci skandal mega korupsi proyek e-KTP, Johannes Marliem tewas di kediamannya di Los Angeles, Amerika Serikat, Kamis (10/8) dini hari waktu setempat. Johannes pernah diperiksa KPK untuk mendalami kasus e-KTP di Singapura dan Amerika beberapa waktu lalu.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Armantha Tahir memastikan kabar tewasnya Marliem. Namun, dia tak tahu pasti, penyebab kematian Marliem yang dikabarkan bunuh diri tersebut.
Armantha, pria yang akrab disapa Tata ini tengah mendalami kewarganegaraan Marliem. Apakah warga negara Indonesia atau Amerika Serikat.
"Status kewarganegaraan yang bersangkutan juga akan didalami lebih jauh mengingat terdapat dua informasi yang berbeda mengenai status kewarganegaraan yang bersangkutan," kata Marliem saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (12/8).
Kendati begitu, Tata memprediksi, bahwa Marliem adalah WN Amerika Serikat. Marliem adalah penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1 untuk proyek e-KTP, seperti yang disebutkan dalam dakwaan Sugiharto dan Irman.
"Kemungkinan yang bersangkutan Warga Negara Amerika Serikat," kata Tata.
KPK membenarkan bahwa Marliem meninggal dunia. Namun, KPK belum bisa memastikan apakah Marliem tewas karena dibunuh atau bunuh diri seperti yang beredar sebelumnya.
Baca juga:
Kemenlu pastikan Johannes Marliem tewas Kamis pagi di Los Angeles
Saksi kunci kasus e-KTP Johannes Marliem meninggal dunia di AS
Johannes Marliem, saksi kunci kasus e-KTP meninggal dunia
KPK periksa lima saksi terkait kasus korupsi e-KTP
Elza Syarif penuhi panggilan KPK terkait kasus e-KTP
Kasus e-KTP, pekan depan KPK akan panggil sejumlah anggota DPR
Dalami pembahasan anggaran proyek e-KTP, KPK periksa Mekeng