Kementerian ESDM Imbau Warga Waspada, Status Gunung Awu Naik Jadi Siaga
Peningkatan aktivitas kegempaan membuat Status Gunung Awu di Pulau Sangihe naik menjadi Level III (Siaga). Kementerian ESDM mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius bahaya demi keselamatan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di area berbahaya Gunung Awu. Imbauan ini dikeluarkan setelah status gunung api yang terletak di Pulau Sangihe tersebut dinaikkan menjadi Level III atau Siaga.
Pelaksana Tugas Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan bahwa masyarakat direkomendasikan agar tidak memasuki dan tidak beraktivitas dalam wilayah radius empat kilometer dari pusat kawah Gunung Awu. Peningkatan status ini didasarkan pada data aktivitas vulkanik yang terus meningkat.
Masyarakat juga diharapkan untuk tetap tenang dan mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Penting juga untuk tidak mudah terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas Gunungapi Awu.
Peningkatan Aktivitas Kegempaan Gunung Awu
Aktivitas kegempaan Gunung Awu menunjukkan tren peningkatan yang signifikan sejak April 2024, khususnya pada jenis gempa vulkanik dangkal. Peningkatan ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang.
Pada periode 1 hingga 18 Mei 2026, tercatat sebanyak 519 kali gempa vulkanik dangkal (VB), 24 kali gempa vulkanik dalam (VA), empat kali gempa tektonik lokal (TL), dan 454 kali gempa tektonik jauh (TJ). Data ini menunjukkan intensitas aktivitas seismik yang tinggi di sekitar gunung.
Peningkatan kegempaan yang mencolok terjadi pada 19 Mei 2026, di mana pukul 00.00–12.00 WITA terekam 74 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dan tiga kali gempa vulkanik dalam (VA). Ini merupakan peningkatan gempa dangkal kedua setelah tanggal 4 Mei 2026, yang juga mencatat 74 kejadian gempa vulkanik dangkal.
Selain itu, hembusan asap kawah juga teramati berwarna putih tipis hingga sedang dengan ketinggian berkisar antara 10–200 meter di atas kubah lava. Fenomena ini mengindikasikan adanya aktivitas di dalam kawah yang perlu terus dipantau.
Potensi Bahaya dan Imbauan Kewaspadaan
Peningkatan aktivitas kegempaan ini perlu diwaspadai secara serius, mengingat Gunung Awu telah mengalami beberapa kali peningkatan kegempaan sejak tahun 2024. Karakter erupsi gunung ini juga dikenal dapat berlangsung dengan cepat, sehingga memerlukan kesiapsiagaan tinggi.
Potensi bahaya yang mungkin terjadi meliputi erupsi magmatik maupun erupsi freatik. Selain itu, potensi pembongkaran kubah lava juga dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan.
Masyarakat di sekitar Gunung Awu, khususnya di Pulau Sangihe, diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Menghindari area radius empat kilometer adalah langkah krusial untuk menjaga keselamatan.
Terjadinya peningkatan gempa vulkanik dangkal secara berkelanjutan menjadi dasar utama kenaikan tingkat aktivitas Gunung Awu dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak tanggal 19 Mei 2026 pukul 13.00 WITA. Kewaspadaan kolektif sangat diperlukan untuk menghadapi potensi risiko yang ada.
Sumber: AntaraNews