Kemenkes: Vaksin Sinovac Cukup Efektif Tekan Laju Penularan Covid-19
Nadia menyebut, hasil analisis interim uji klinis di Bandung menunjukkan efikasi Sinovac sebesar 65,3 persen. Sementara hasil uji klinis fase tiga di Brasil, efektivitas vaksin Sinovac hanya 50,4 persen.
Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi memastikan vaksin Sinovac yang digunakan Indonesia masih cukup efektif membentuk kekebalan tubuh untuk melawan Covid-19. Pernyataan ini merespons pengakuan China bahwa efektivitas vaksin Sinovac rendah.
"Kita tahu dari hasil evaluasi BPOM maupun juga ITAGI dan para ahli, vaksin Sinovac yang saat ini kita gunakan masih cukup efektif untuk menekan laju penularan dan tentunya memberikan perlindungan kepada kita," katanya dalam konferensi pers, Senin (12/4).
Nadia menyebut, hasil analisis interim uji klinis di Bandung menunjukkan efikasi Sinovac sebesar 65,3 persen. Sementara hasil uji klinis fase tiga di Brasil, efektivitas vaksin Sinovac hanya 50,4 persen.
Adapun standar Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), efikasi vaksin Covid-19 hanya 50 persen. "Efikasi memang 65 persen dan ini juga sudah diberikan BPOM saat pengeluaran izin penggunaan daruratnya," jelasnya.
Tak hanya soal efikasi, Nadia menekankan imunogenisitas vaksin Sinovac berdasarkan hasil uji klinis tahap tiga sebesar 95 sampai 99 persen.
"Artinya, angka ini sudah sangat baik untuk respons tubuh kita untuk membentuk antibodi terhadap stimulus yang diberikan vaksin Sinovac tadi," ujarnya.
China berencana mencampurkan beberapa vaksin Covid-19 yang berbeda untuk meningkatkan efektivitas vaksin Covid-19. Langkah ini dipertimbangkan China usai mengakui kemanjuran vaksin Covid-19 Sinovac rendah.
Baca juga:
Soal China akan Campur Beberapa Vaksin Covid-19, Pemerintah Tunggu Hasil Uji Klinis
Vaksinasi Covid-19 Tetap Dilaksanakan selama Ramadan, Ini Penjelasan Kemenkes
KIPI dari Vaksin AstraZeneca
Kadisnaker DKI Harap Seluruh Pekerja Formal di Jakarta Divaksinasi Covid-19
Jam Operasional Sentra Vaksinasi Bersama BUMN Berubah Selama Ramadan, Ini Rinciannya
China Akui Efektivitas Vaksin Covid-19 Buatan Negaranya Rendah, Sinovac Hanya 50,4%