Kemenkes Sudah Bayar Klaim RS untuk Penanganan Covid Sebesar Rp22,8 Triliun Lebih
Rita mengungkapkan, ada 805 rumah sakit swasta yang sudah mengklaim tagihan untuk penanganan Covid dengan tagihan yang sudah dibayarkan Kemenkes sebanyak Rp 11,893 triliun. Kemudian, ada 418 RSUD dengan tagihan sekitar 6 triliun.
Kementerian Kesehatan sudah membayarkan klaim rumah sakit untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 22,880,855,748,749. Klaim terbesar dibayarkan pemerintah untuk rumah sakit swasta.
"Ini berdasarkan kepemilikan rumah sakit, kalau kita lihat rumah sakit swasta memang saat ini di Indonesia rumah sakit swasta jumlahnya cukup tinggi, kalau kita ketahui rumah sakit di Indonesia sekitar 3 ribu rumah sakit," kata Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes Rita Rogayah saat jumpa pers virtual, Rabu (21/7).
Rita mengungkapkan, ada 805 rumah sakit swasta yang sudah mengklaim tagihan untuk penanganan Covid dengan tagihan yang sudah dibayarkan Kemenkes sebanyak Rp11,893 triliun. Kemudian, ada 418 RSUD dengan tagihan sekitar Rp6 triliun.
"Untuk RSUD rumah sakit daerah itu sebanyak 418 dengan jumlah tagihan Rp 6,872 triliun," ucapnya.
Kemudian, lanjut Rita, pembayaran disusul dengan beberapa rumah sakit yang dipunyai Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, BUMN serta RS Kementerian lainnya. "Jadi memang pelayanan yang banyak itu di rumah sakit swasta dan rumah sakit daerah," pungkasnya.
Berikut jumlah RS yang pembayarannya diklaim:
- 11 RS Kementerian Rp 430,037,059,000
- 23 RS BUMN Rp 705, 389,476,850
- 30 RS Kemenkes Rp 1,352,271,683,112
- 33 RS Polri Rp 581,139,177,440
- 58 RS TNI Rp 1,046,271,683,112
- 418 RS Daerah Rp 6,872,324,729,799
- 805 RS Swasta Rp 11,893,023,015,063
Baca juga:
Wali Kota Semarang Klaim Sudah Tidak Ada Penumpukan Pasien Covid-19 di RS
Kemenkes Sudah Bayar Klaim Rumah Sakit untuk Pasien Covid Sebesar Rp22,88 Triliun
Pemerintah Siapkan 16 Bangunan di 7 Kota untuk RS Darurat Covid-19
BOR Isolasi di 140 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jakarta 87 Persen
BOR RS Rujukan di Jabar Turun, Tenda Serba Guna Tetap Berdiri Antisipasi Padatnya IGD