Kemenkes Sebut PTM di DIY dan Jateng yang Picu Kenaikan Kasus Covid-19
Kasus Covid-19 mengalami peningkatan pada 126 kabupaten dan kota dalam sepekan terakhir. Pemicunya, pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah dan takziah.
Kasus Covid-19 mengalami peningkatan pada 126 kabupaten dan kota dalam sepekan terakhir. Pemicunya, pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah dan takziah.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, PTM yang memicu kenaikan kasus Covid-19 berada di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.
"Seperti di DI Yogyakarta dan beberapa daerah di Jawa Tengah yang melaporkan (kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada pelajar)," kata Nadia kepada merdeka.com, Selasa (16/11).
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, telah melakukan pendalaman penyebab peningkatan kasus Covid-19 pada 126 kabupaten dan kota.
"Sebagian besar kenaikannya memang disebabkan karena adanya kasus positif di sekolah dan takziah," ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (15/11).
Budi mengaku akan segera melakukan konsolidasi dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim untuk membahas kasus Covid-19 yang muncul akibat PTM. Rencananya, konsolidasi dilakukan pekan ini.
"Rencananya minggu ini kita sudah bisa selesaikan bagaimana kita bisa tetap melakukan program (sekolah) tatap muka tapi dengan surveilans yang aktif dan lebih kuratif," ujarnya.
Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman mengatakan peningkatan kasus Covid-19 pada ratusan kabupaten dan kota di Indonesia menjadi alarm bagi semua pihak.
"Ya, ini alarm. Sekali lagi, tidak ada namanya peningkatan itu atau ledakan secara tiba-tiba. Semua selalu ada kesempatan untuk kita untuk melakukan mitigasi ketika tanda-tanda sudah mulai timbul," katanya kepada merdeka.com, Kamis (11/11).
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung ini mencontohkan sejumlah negara di Eropa, kawasan Asean, bahkan Tiongkok. Ledakan Covid-19 pada negara tersebut berawal dari peningkatan kasus yang tidak terlalu signifikan.
Penularan Covid-19 di Indonesia, kata Dicky, mendapat dukungan dari cakupan vaksinasi yang belum mencapai ambang batas herd immunity, yakni minimal 60 persen untuk dosis lengkap. Data Kementerian Kesehatan 11 November 2021 pukul 12.00 WIB, baru 128.147.345 orang atau sekitar 61,53 persen divaksinasi dosis pertama dari target 208.265.720.
Sementara vaksinasi dosis kedua atau lengkap baru menyentuh 81.711.099 orang atau setara 39,23 persen.
"Artinya, jumlah orang yang belum memiliki imunitas ini cukup signifikan atau cukup memadai untuk menjadi perantara ledakan atau timbulnya kasus," ujarnya.
Dicky menyebut, berdasarkan penilaian Badan Kesehatan Dunia atau Wolrd Health Organization (WHO), transmisi Covid-19 di Indonesia berada pada level komunitas. Ini menunjukkan, masih banyak kasus di lingkungan masyarakat yang belum terdeteksi.
"Kalau gambaran CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Amerika, dari 1 kasus terkonfirmasi, bisa 8 di masyarakat yang tidak terdeteksi. Dan 8 itu signifikan, banyak banget untuk bisa membuat situasi menjadi lebih buruk. Apalagi bicara Delta variant kan dari 1 kasus terinfeksi bisa ke 8 atau 9 orang tertular kalau daerah di situ kurang pendekatannya," sambungnya.
Menurut mantan Sekretaris Dewan Pengawas BPJS Kesehatan ini, pemerintah harus meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19. Sejumlah langkah bisa dilakukan untuk mencegah ledakan kasus, yakni meningkatkan vaksinasi, 3T (testing, tracing, treatment), dan 5M (mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas).
"Lebih baik sekarang berjaga-jaga, daripada sudah terlanjur besar," tutupnya.
Baca juga:
USU Segera Gelar Kuliah Tatap Muka, Wagub Sumut Minta Kampus Lakukan Ini
Satpol PP Solo Setiap Hari Temukan Ratusan Siswa Nongkrong Seusai PTM
Jokowi Minta Menkes & Mendikbudristek Tindak Sekolah saat Muncul Klaster Tatap Muka
Disdikbud Tangsel Izinkan 180 Sekolah Lagi Gelar Belajar Tatap Muka
Muncul Penularan Kasus Covid-19, Pemda DIY Percepat Jam Pembelajaran Tatap Muka
70 Persen Siswa SMP di Kota Jayapura Sudah Vaksinasi Covid-19
Ada Temuan 25 Orang Positif Covid-19, PTM Salah Satu SD di Bantul Ditutup Sementara