Kemenkes Percepat Pemulihan RSUD Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprioritaskan percepatan pemulihan layanan RSUD yang terdampak bencana longsor dan banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat demi masyarakat.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkomitmen penuh untuk mempercepat pembersihan, perbaikan, dan pemulihan fasilitas kesehatan di daerah terdampak bencana. Fokus utama adalah RSUD di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang mengalami kerusakan akibat longsor serta banjir. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat dapat segera mengakses layanan kesehatan esensial.
Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya, menyatakan timnya bekerja tanpa henti di lapangan. Tujuannya adalah agar layanan dasar di setiap RSUD dapat pulih secepatnya. Pemerintah bertekad memastikan fasilitas kesehatan berfungsi kembali demi kepentingan publik, seperti yang ia tegaskan, "Prioritas kami adalah membersihkan, memperbaiki, dan menghidupkan kembali layanan dasar di setiap RSUD. Tim Kemenkes bekerja tanpa henti di lapangan agar pelayanan dapat pulih secepatnya."
Upaya pemulihan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pembersihan area hingga penyediaan logistik penting seperti genset. Kolaborasi lintas sektor, termasuk TNI dan PLN, menjadi kunci dalam mempercepat proses perbaikan. Kemenkes menargetkan operasional bertahap dapat segera dimulai untuk melayani warga.
Pemulihan Intensif di RSUD Aceh Tamiang dan Dukungan Logistik
Di RSUD Aceh Tamiang, proses pembersihan dilakukan secara intensif sejak pagi, melibatkan dukungan dari TNI dan Dinas Pemadam Kebakaran. Area Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang sebelumnya terendam banjir telah berhasil ditangani. Pekerjaan dilanjutkan ke gedung Hemodialisa dan Poliklinik untuk memastikan seluruh fasilitas kembali berfungsi.
Gudang farmasi yang berlokasi di lantai dua RSUD Aceh Tamiang dipastikan aman dari dampak banjir. Stok obat-obatan juga dilaporkan masih mencukupi untuk kebutuhan pasien. Hal ini penting guna menjaga ketersediaan pasokan medis selama masa pemulihan pascabencana.
Untuk menopang operasional dasar, rumah sakit telah menerima genset berkapasitas 66.000 watt yang kini berfungsi dengan baik. Selain itu, satu genset tambahan berkapasitas 100.000 watt juga disiagakan sebagai cadangan. Tim Teknis RS Kemenkes Adam Malik turut melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh alat kesehatan di sana.
Dukungan Genset dan Kolaborasi Lintas Sektor untuk RSUD Lain
Percepatan dukungan logistik juga dilakukan untuk RSUD Datu Beru Takengon di Aceh Tengah. Sebuah genset berkapasitas 250 kWh berhasil dihadirkan melalui helikopter Sikorsky di Lanud Sultan Iskandar Muda sebelum dikirim ke lokasi. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi tantangan geografis dan mempercepat pemulihan layanan.
Perusahaan Listrik Negara (PLN) turut berperan aktif dalam pemulihan infrastruktur. PLN memastikan instalasi listrik akan segera dilakukan karena sebagian area sekitar RSUD telah kembali mendapat pasokan listrik. Mereka juga mengirimkan dua genset tambahan, yaitu 250.000 watt untuk RSUD Datu Beru dan 100.000 watt untuk RSUD Muyang Kute di Kabupaten Bener Meriah.
Pengiriman genset tambahan ini dipercepat melalui dukungan udara dari TNI Angkatan Udara, menunjukkan sinergi antarlembaga yang efektif. Sumarjaya menyampaikan apresiasi atas dukungan lintas sektor ini, "Kami berterima kasih atas respons cepat Dirut PLN dan KSAU yang langsung mengirimkan genset, helikopter, serta pesawat angkut. Kolaborasi ini sangat membantu percepatan pemulihan."
Sumarjaya menekankan bahwa pemeriksaan alat kesehatan dan sterilisasi ruang perawatan merupakan tahapan krusial sebelum operasional dibuka kembali. "Kami ingin memastikan begitu RSUD dibuka, semua fasilitas dalam kondisi aman, bersih, dan layak bagi pasien," tegasnya. Dengan percepatan ini, Kemenkes menargetkan sejumlah layanan dasar di RSUD terdampak dapat beroperasi kembali secara bertahap dalam waktu dekat.
Sumber: AntaraNews