Kemendagri Integrasikan Data & Pemangku Kebijakan Kembangkan Aglomerasi Metropolitan
Safrizal mengatakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 memprioritaskan pengembangan metropolitan di sejumlah wilayah. Daerah tersebut meliputi Palembang, Denpasar, Banjarmasin, dan Makassar.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah menyiapkan konsep integrasi data dan kolaborasi stakeholder guna mengembangkan aglomerasi Metropolitan. Strategi itu diungkapkan dalam Integrated Technology Forum 2021.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA membeberkan strategi pembangunan perkotaan.
"Strategi pembangunan perkotaan Indonesia ke depan akan menitikberatkan pada aglomerasi perkotaan atau wilayah metropolitan, sebagai alat pertumbuhan ekonomi dan transformasi sosial," kata Safrizal melalui keterangan, Kamis (30/9).
Pihaknya menggandeng PT Napindo Media Ashatama menyelenggarakan Integrated Technology Event (ITE) 2021 Hybrid Forum. Acara yang digelar di Kabupaten Badung, Bali, hari ini menjadi medium integrasi strategi pengembangan wilayah metropolitan.
Bertemakan 'Integrated Development Strategies For Metropolitan Areas', para stakeholder membahas strategi terpadu mempercepat pembangunan kawasan metropolitan. Pembahasan terfokus pada perencanaan, inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna, menyelaraskan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi dan antar stakeholder lainnya.
Safrizal mengatakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 memprioritaskan pengembangan metropolitan di sejumlah wilayah. Daerah tersebut meliputi Palembang, Denpasar, Banjarmasin, dan Makassar.
"Peran Kementerian Dalam Negeri dalam pengembangan wilayah metropolitan adalah sebagai pelaksana perjanjian kerja sama daerah dalam penyelesaian permasalahan pelayanan publik," kata Safrizal.
Pihaknya mendorong perencanaan wilayah metropolitan terintegrasi termasuk tukar menukar data antara pemerintah pusat dan daerah. Sehingga, pelayanan publik berjalan maksimal.
"Kami berharap pembangunan wilayah metropolitan menjadi akselerator perwujudan perkotaan yang kompak, nyaman, efisien, dan berkelanjutan," kata Safrizal.
Baca juga:
Kemendagri Catat Posko PPKM di Desa Mencapai 55.942
Komitmen Pemda Prioritaskan Anggaran Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat
Mendagri Ingatkan Pemda Hindari Konflik Kepentingan
Kemendagri Ingatkan Pemda Percepat Vaksinasi Guru dan Tenaga Kependidikan
Kemendagri Bentuk IPKD untuk Tingkatkan Kualitas Kinerja Keuangan Daerah
Mendagri Soroti Konflik Kepala Daerah & Wakil Bikin Organisasi Pemda Tak Sehat