LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kemenag: Orangtua sekarang takut anaknya ikut pengajian

Kementerian Agama mengajak tokoh-tokoh untuk mengkampanyekan Islam nusantara.

2016-02-02 21:34:00
Teroris Sarinah
Advertisement

Maraknya paham radikalisme di Indonesia semakin memprihatinkan. Khususnya ideologi ISIS dan terorisme yang terjadi belakangan ini. Ternyata dalam pengusutan kasusnya, polisi banyak menangkap orang yang telibat dalam kasus teror bom di Sarinah, Thamrin, Januari lalu.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Machasin menilai, pendidikan Islam moderat merupakan benteng utama dalam pencegahan paham radikal.

"Penyebaran paham Islam yang cocok untuk wilayah Indonesia. Salah satunya dengan menarik mahasiswa luar negeri untuk belajar agama Islam di Indonesia," kata Machasin dalam Diskusi Publik PKB di Gedung Graha Gus Dur, Raden Shaleh No. 42 Jakarta Pusat, Selasa (2/2).

Katanya, cara ini dinilai efektif karena Islam di Indonesia berbeda dengan negara-negara lain. Memang setiap negara memiliki ciri khas tersendiri dalam menganut agama, tak terkecuali agama Islam.

Kampanye-kampanye Islam nusantara juga dilakukan dengan merangkul berbagai organisasi Islam yang ada di Indonesia. Tak hanya itu, Kementerian Agama juga menggaet tokoh-tokoh agama untuk mencegah adanya paham radikal di masyarakat.

"Kementerian Agama mengajak tokoh-tokoh untuk mengkampanyekan Islam nusantara. Ada 16 titik di seluruh Indonesia yang mengajak untuk berbicara tentang Islam nusantara," lanjut Machasin.

Selain itu, peran keluarga dalam menangkal paham radikal juga dinilai penting. Keluarga menjadi landasan dasar tentang pemahaman agama.

"Dulu orangtua khawatir anak-anak nonton bioskop, sekarang malah takut anak ikut pengajian," ungkapnya.

Katanya, kini orangtua lebih cemas anaknya ikut pengajian. Ini dilatarbelakangi banyaknya kasus anak yang ikut pengajian pulangnya malah menghadirkan orangtua lantaran perbedaan pemahaman tentang agama.

Upaya terakhir yang dilakukan yaitu, menyebarkan penyuluh-penyuluh agama kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang Islam di Indonesia. Cara ini dilakukan dengan metode konseling terhadap warga.

"Sudah satu minggu kami mengirimkan penyuluh agama kepada eks Gafatar. Caranya dengan mengajak mereka ngobrol dan tidak membahas tentang agama," pungkasnya.

Baca juga:
Pascabom Sarinah, kelompok An Nadzir sering disambangi intel
PM Hungaria puji Indonesia cepat tangani teror Sarinah
PPATK: Dana teroris dari Timur Tengah, beli senjata di Filipina
Orangtua pelaku teror Thamrin meminta maaf kepada seluruh rakyat
Pemakaman jenazah Dian Juni Kurniadi dikawal personel polisi
Ada info, pelaku teror bom Sarinah sempat telepon orang di Malaysia
Saat ada teroris, Ponpes disorot lalu bagaimana dengan korupsi?

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.