Kemenag Kalsel Dorong Penguatan Asta Protas Madrasah untuk Pendidikan Unggul
Kepala Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin menekankan pentingnya Penguatan Asta Protas Madrasah, meliputi moderasi beragama, ekoteologi, dan pendidikan unggul, demi mencetak lulusan berkarakter.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin, baru-baru ini menegaskan urgensi penguatan pelaksanaan Asta Program Prioritas (Asta Protas) Kemenag di seluruh satuan pendidikan madrasah di wilayahnya. Penekanan ini disampaikan Tambrin saat kegiatan Penguatan Implementasi Asta Protas Kemenag di Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Senin, 10 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kemenag untuk memastikan kebijakan strategis tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi juga terimplementasi secara nyata di lapangan.
Tambrin menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menyoroti pentingnya forum ini sebagai momentum krusial untuk memperkuat sinergi dan kesamaan persepsi antara Kanwil Kemenag Kalsel, Kemenag Kabupaten Hulu Sungai Tengah, serta seluruh unsur madrasah. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong tercapainya tujuan Asta Protas secara efektif.
Penguatan Asta Protas difokuskan pada tiga aspek utama yang saling berkaitan erat. Aspek-aspek tersebut meliputi moderasi beragama, ekoteologi, dan pendidikan madrasah unggul. Ketiga fokus ini diharapkan dapat membentuk madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial yang tinggi.
Moderasi Beragama di Lingkungan Madrasah
Pada aspek moderasi beragama, Muhammad Tambrin menegaskan peran strategis madrasah sebagai ruang pembelajaran nilai-nilai keberagamaan yang inklusif, toleran, dan berimbang. Madrasah diharapkan menjadi garda terdepan dalam menanamkan pemahaman agama yang moderat kepada peserta didik. Hal ini krusial untuk menangkal paham ekstremisme dan memperkuat kohesi sosial di masyarakat.
Kepala madrasah dan pendidik memegang peranan penting dalam menanamkan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan. Penanaman nilai-nilai ini dapat diwujudkan melalui budaya madrasah yang kondusif serta proses pembelajaran yang moderat dan berkeadaban. Dengan demikian, madrasah dapat mencetak generasi yang mampu hidup berdampingan secara harmonis dalam keberagaman.
Ekoteologi: Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan
Melalui penguatan ekoteologi, madrasah didorong untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan hidup merupakan bagian integral dari pengamalan nilai-nilai keagamaan. Konsep ini menekankan hubungan antara spiritualitas dan tanggung jawab terhadap alam. Implementasi ekoteologi di madrasah bertujuan membentuk peserta didik yang memiliki kesadaran ekologis tinggi.
Kesadaran ini dapat diwujudkan melalui pembiasaan perilaku ramah lingkungan di sekolah, pengelolaan lingkungan sekolah yang berkelanjutan, serta integrasi nilai kepedulian ekologis dalam pembelajaran dan kegiatan kesiswaan. Melalui pendekatan ini, madrasah berkontribusi dalam menciptakan generasi yang peduli terhadap kelestarian bumi.
Mewujudkan Pendidikan Madrasah Unggul
Pada aspek pendidikan madrasah unggul, Tambrin menekankan pentingnya peningkatan mutu tata kelola, proses pembelajaran, dan capaian peserta didik. Madrasah diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan lulusan berkarakter kuat, berdaya saing global, dan adaptif terhadap tantangan zaman yang terus berkembang. Keunggulan ini mencakup berbagai dimensi, mulai dari kurikulum hingga fasilitas pendukung.
Kepemimpinan kepala madrasah disoroti sebagai penggerak utama implementasi kebijakan di tingkat satuan pendidikan. Kepala madrasah diharapkan menjadi pemimpin perubahan yang mampu menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam praktik nyata di lingkungan madrasah. Implementasi Asta Protas tidak diukur dari banyaknya kegiatan seremonial, tetapi dari perubahan sikap, perilaku, dan kualitas layanan pendidikan di madrasah itu sendiri.
Tambrin mengajak seluruh kepala madrasah dan unsur madrasah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah serta kabupaten/kota lainnya untuk menjadikan madrasah sebagai pusat pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan keunggulan pendidikan. Dengan demikian, keberadaan madrasah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peserta didik, masyarakat, dan bangsa secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews