LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. NASIONAL

Kemenag Gelar Pemantauan Hilal 28 Februari Tentukan Awal Ramadan, Berikut Daftar Lokasinya

Kementerian Agama akan melakukan pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadan 1446 H di 125 lokasi di seluruh Indonesia.

Rabu, 19 Feb 2025 18:38:39
hilal awal ramadan
Kemenag Gelar Pemantauan Hilal 28 Februari Tentukan Awal Ramadan, Berikut Daftar Lokasinya (merdeka.com)
Advertisement

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia akan melaksanakan pemantauan hilal (rukyatul hilal) pada tanggal 28 Februari 2025. Pemantauan hilal ini untuk menentukan awal bulan Ramadan 1446 H.

Kegiatan ini diadakan di 125 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Pemantauan hilal merupakan langkah penting dalam penetapan awal Ramadan, yang dilakukan berdasarkan metode hisab dan rukyat.

Tujuan dari pemantauan ini adalah untuk memberikan kepastian mengenai awal bulan Ramadan, sehingga umat Muslim dapat melaksanakan ibadah puasa dengan waktu yang tepat.

Proses pemantauan hilal ini melibatkan pengamatan langsung terhadap posisi bulan, yang menjadi acuan dalam menentukan awal bulan hijriah. Hasil dari pemantauan hilal ini nantinya akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah Indonesia dalam menetapkan awal Ramadan.

Advertisement

Pentingnya Pemantauan Hilal

Pemantauan hilal memiliki makna yang sangat penting dalam kalender Islam. Penentuan awal bulan hijriah tidak hanya berdampak pada pelaksanaan ibadah puasa, tetapi juga pada berbagai aspek kehidupan umat Muslim. Dengan adanya pemantauan hilal, umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih terarah dan terencana.

Metode rukyat yang digunakan dalam pemantauan hilal adalah tradisi yang telah dilakukan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Hal ini menunjukkan bahwa pengamatan bulan merupakan bagian integral dari syariat Islam. Oleh karena itu, Kemenag berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya.

Advertisement

Dalam konteks ini, Kemenag juga berharap agar masyarakat dapat memahami dan menghargai proses penentuan awal Ramadan ini. Dengan adanya transparansi dan keterlibatan masyarakat, diharapkan akan tercipta keselarasan dalam menjalankan ibadah puasa di seluruh Indonesia.

Dengan demikian, pemantauan hilal yang akan dilakukan pada tanggal 28 Februari 2025, diharapkan dapat memberikan kepastian bagi umat Muslim dalam menyambut bulan suci Ramadan. Kemenag mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berdoa agar proses ini berjalan lancar dan memberikan hasil yang baik.

Sidang Isbat

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad mengatakan, pemantauan hilal (rukyatulhilal) awal Ramadan 1446 Hijriah melibatkan para ahli Falak dari kantor wilayah Kemenag dan Kemenag Kabupaten/Kota, serta bekerja sama dengan Pengadilan Agama, organisasi masyarakat Islam, dan instansi terkait lainnya.

"Pemantauan hilal awal Ramadan akan dilakukan di 125 titik se-Indonesia pada 28 Februari mendatang," ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Selasa (18/2).

Abu Rokhmad menjelaskan, berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), ijtimak menjelang Ramadan 1446 H diperkirakan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB. Pada hari rukyat, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk dengan kisaran antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’. Sementara itu, sudut elongasi berkisar antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.

Dia menambahkan, hasil rukyat hilal dari berbagai daerah, beserta data hisab mengenai posisi hilal, akan dibahas dalam sidang isbat. Keputusan yang dihasilkan akan menjadi dasar penetapan awal Ramadan 1446 H di Indonesia.

Sidang isbat akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta. Sidang tersebut akan dihadiri sejumlah pihak, termasuk perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta sejumlah lembaga terkait seperti Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Planetarium Jakarta.

Selain itu, pakar ilmu falak dari organisasi masyarakat Islam, anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta pimpinan organisasi Islam dan pondok pesantren juga akan turut serta. “Sidang isbat merupakan bentuk sinergi antara Kemenag, organisasi Islam, serta lembaga terkait dalam menentukan awal bulan Hijriah. Keputusan yang diambil diharapkan dapat menjadi pedoman bersama bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah Ramadan,” tandas Abu Rokhmad.

Advertisement

Daftar Lokasi Pemantauan Hilal di Seluruh Indonesia

Pemantauan hilal akan dilaksanakan di berbagai titik yang telah ditentukan oleh Kemenag. Berikut adalah daftar sebagian lokasi lengkap di mana pemantauan hilal akan dilakukan:

  1. Jakarta: Lapangan Monas
  2. Bandung: Masjid Raya Bandung
  3. Semarang: Masjid Agung Semarang
  4. Yogyakarta: Pantai Parangtritis
  5. Surabaya: Taman Surya
  6. Medan: Masjid Raya Medan
  7. Palembang: Masjid Agung Palembang
  8. Makassar: Pantai Losari
  9. Denpasar: Pura Jagatnatha
  10. Banjarmasin: Siring Menara Pandang
  11. Bandar Lampung: Tugu Adipura
  12. Malang: Alun-Alun Malang
  13. Batam: Pantai Marina
  14. Pontianak: Taman Alun Kapuas
  15. Ambon: Pantai Tulehu
  16. Manado: Taman Kesatuan Bangsa
  17. Jayapura: Bukit Teletubbies
  18. Palangkaraya: Taman Kota Palangkaraya
  19. Surakarta: Pura Mangkunegaran
  20. Tangerang: Masjid Al-Azhom

  21. Setiap lokasi pemantauan akan melibatkan petugas yang terlatih dalam pengamatan hilal. Mereka akan menggunakan alat yang sesuai untuk memastikan akurasi pengamatan. Selain itu, Kemenag juga mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini, sehingga dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya rukyatul hilal dalam penentuan awal bulan hijriah. Dalam rangka menyambut bulan Ramadan, Kemenag juga mengingatkan umat Muslim untuk mempersiapkan diri secara spiritual dan fisik. Selain puasa, bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal, serta mempererat silaturahmi antar sesama.
Berita Terbaru
  • Carut Marut SPMB, Disdik Jabar Berujung Aduan ke Ombudsman
  • Menkeu Purbaya Ajukan Anggaran Rp49,8 Triliun untuk 2027
  • Demokrat Ingatkan Kebebasan Berpendapat Penting tapi Harus Bertanggung Jawab dan Beretika
  • 2 Kebo Bule Adu Banteng saat Latihan Kirab Malam 1 Suro 2026
  • Misteri Kematian Wanita di Apartemen Green Pramuka Jakpus Terungkap, Jejak Sang Pacar Tak Ada di Kamar
  • berita update
  • hilal 1 ramadhan
  • hilal awal ramadan
  • konten ai
Artikel ini ditulis oleh
Editor Muhamad Agil Aliansyah
N
Reporter NAIS
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.