Kemarau, ribuan warga Cilacap sulit dapatkan air bersih
Menanggulangi dampak kekeringan, Badan Pelaksana Bencana Daerah (BPBD) Cilacap mendistribusikan bantuan air bersih ke pemukiman warga yang kondisinya kesulitan air bersih. Hingga Senin (2/7) kemarin, sebanyak 25 mobil tangki air bersih telah didistribusikan ke 2.263 Kepala Keluarga (KK) atau 8.510 jiwa di 8 Desa.
Dua belas desa di tiga kecamatan di Kabupaten Cilacap mengalami kekeringan. Akibat musim kemarau, ribuan warga di Kecamatan Kawunganten, Bantarsari dan Patimuan sulit mendapatkan air bersih.
Menanggulangi dampak kekeringan, Badan Pelaksana Bencana Daerah (BPBD) Cilacap mendistribusikan bantuan air bersih ke pemukiman warga yang kondisinya kesulitan air bersih. Hingga Senin (2/7) kemarin, sebanyak 25 mobil tangki air bersih telah didistribusikan ke 2.263 Kepala Keluarga (KK) atau 8.510 jiwa di 8 Desa di 3 Kecamatan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Martono mengatakan sesuai prediksi BMKG, puncak kemarau yakni bulan Juli sampai Agustus. BPBD siap siaga untuk langkah darurat penanganan air bersih.
Martono merinci, sebanyak 6 tangki air bersih telah didistribusikan ke Desa Binangun Kecamatan Bantarsari. 4 tangki di Desa Bringkeng, 4 tangki di Desa Ujungmanik, 3 tangki di Desa Bojong, 2 tangki di Desa Grugu, 2 tangki di Desa Sidaurip, dan 2 tangki di Desa Kubangkangkung Kecamatan Kawunganten. Serta 2 tangki lainnya, di desa Patimuan Kecamatan Patimuan.
"Kami siap siaga penanganan darurat air bersih," katanya, Selasa (3/7).
Hasil pengukuran curah hujan bulan Juni 2018 oleh Stasiun Meteorologi Cilacap menunjukkan intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Cilacap semakin berkurang dibanding bulan Mei 2018 lalu.
Sebagian besar curah hujan di Cilacap di bawah 50 mm/bulan, kecuali di Kecamatan Kampung Laut, Patimuan, Jeruk legi, Cipari dan Sidareja dengan besaran curah hujan masing-masing 73 mm, 60 mm, 71 mm, 64 mm dan 57 mm.
Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan kecenderungan tersebut menunjukan semua wilayah di Cilacap telah memasuki musim kemarau.
Prakiraan curah hujan di Cilacap untuk bulan Juli 2018 antara 20 - 50 mm/ bulan. Sebagian besar wilayah Cilacap diprakirakan memiliki sifat hujan di bawah normal, sehingga perlu antisipasi lebih dini.
"Puncak musim kemarau diprakirakan bulan Agustus 2018," katanya.
Baca juga:
India terancam kehabisan air bersih pada 2020
Langkah Kementerian PUPR atasi krisis air bersih di Indonesia
Pemasangan PAM mahal, air bersih eceran jadi harapan warga pesisir Jakarta
Perjuangan wanita di Sulawesi Barat arungi sungai demi air bersih
Anies akan hapuskan swastanisasi air di Jakarta
Puluhan emak-emak demo Anies minta hentikan swastanisasi air di Jakarta