LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Keluarga terduga teroris di Malang menutup diri dari tetangga

Syamsul Arifin alias Abu Umar beserta sang istri Wahyu Mega Wijayanti hampir tidak pernah berkomunikasi dengan warga. Bahkan untuk membeli sayur saja, Wahyu Mega berteriak dari jendela rumahnya dan penjual sayur keliling yang mengantarkan pesanan ke dalam rumah.

2018-05-15 14:24:15
Penangkapan Terduga Teroris
Advertisement

Densus 88 Antiteror menangkap dua orang terduga teroris di perumahan Banjararum Asri, Malang, Selasa (15/5) dini hari. Mereka yang ditangkap adalah Syamsul Arif Alias Abu umar (37) serta istrinya Wahyu Mega Wijayanti (40).

Menurut kesaksian warga, keduanya dikenal tertutup. Fatmawati (64) tinggal persis di depan rumah Syamsul Arifin alias Abu Umar. Dia mengungkapkan, Syamsul Arifin alias Abu Umar beserta sang istri Wahyu Mega Wijayanti hampir tidak pernah berkomunikasi dengan warga. Bahkan untuk membeli sayur saja, Wahyu Mega berteriak dari jendela rumahnya dan penjual sayur keliling yang mengantarkan pesanan ke dalam rumah.

"Mereka bertiga tinggal di rumah. Suami istri dengan anaknya perempuan. Tapi selama mereka tinggal di sini belum pernah bertegur sapa. Waktu baru pindah ke sini, sekitar 3 hari istrinya sedang mencabut rumput di belakang. Saya menegur untuk berkenalan. Tapi dia langsung masuk rumah tidak mau berkenalan," ujar Fatmawati.

Advertisement

Keberadaan terduga teroris di kawasan perumahan tersebut memang cukup menggemparkan. Sebab, pasangan suami istri tersebut seakan tidak pernah berada di lingkungan perumahan. Namun tiba-tiba ada penggerebekan dari pihak kepolisian dan Densus.

Penggerebekan yang dilakukan Densus ini terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari dan baru menggelandang terduga teroris pada pukul 05.00 WIB. Densus mengamankan pasutri lengkap bersama putri semata wayangnya.

Fatmawati menuturkan, Syamsul Arifin kerap pulang malam hari. Namun tidak pernah lewat pintu depan rumah. Biasanya dia masuk melalui pintu belakang rumah. Warga selama ini tidak pernah tahu nama Syamsul Arifin. Warga baru mengetahui setelah ada penggerebekan Densus 88.

Advertisement

"Wajah suaminya tidak jelas juga selama sekitar 2 bulan tinggal di sini. Kalau anaknya, kata warga lain kelas 2 SMP. Tapi saya belum pernah melihat dia berangkat sekolah pagi hari," imbuh Fatmawati.

Baca juga:
Densus 88 dan Polda Sumsel tangkap 2 terduga teroris di Palembang
Diduga terkait terorisme, polisi gerebek dan amankan dua orang di Malang
Polisi kembali tangkap terduga teroris di Graha Pena Surabaya
Cerita pertemuan terakhir suami dengan Legita, korban tewas bom gereja di Surabaya
Pengamanan Bandara Kualanamu diperketat usai teror bom di Surabaya
4 Terduga teroris ditangkap dari kontrakan Urangagung Sidoarjo

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.