LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Keluarga mahasiswa tewas saat Diksar Mapala UII tempuh jalur hukum

Keluarga mahasiswa tewas saat Diksar Mapala UII tempuh jalur hukum. Jalur hukum ini ditempuh keluarga Asyam untuk menyelesaikan tersebut.

2017-01-23 23:51:22
penganiayaan
Advertisement

Keluarga Syait Asyam, mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang meninggal saat mengikuti pendidikan dasar mahasiswa pencinta alam (diksar mapala) UII akan menempuh jalur hukum. Jalur hukum ini ditempuh keluarga Asyam untuk menyelesaikan tersebut.

"Pihak keluarga telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Karanganyar, Jawa Tengah. Laporan beberapa saat setelah Asyam meninggal. Laporan juga mencantumkan hasil autopsi yang sempat dilakukan di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta," ujar Ibunda Asyam, Sri Handayani, Senin (23/1).

Sri menceritakan bahwa dari hasil autopsi ada luka di paru-paru. Luka itu menurut dokter menjadi penyebab Asyam sesak nafas.

"Asyam saat di RS Bethesda sempat menceritakan siapa yang melakukan kekerasan. Asyam mengatakan disabet pakai rotan 10 kali. (Keluarga) telah ditanya juga (oleh) kepolisian," terang Sri di rumah duka, Jetis, Caturharjo, Sleman.

Sri menuturkan bahwa dirinya sempat memeroleh informasi dari beberapa teman putra tunggalnya bahwa Asyam menjadi salah seorang yang mendapat luka cukup parah hingga akhirnya meninggal. Beberapa teman Asyam yang mengikuti Diksar Mapala pun ada beberapa yang mengalami luka.

"Asyam katanya mau mengundurkan diri (di tengah kegiatan), tapi diilarang. Asyam lukanya lebih parah dari teman lainnya bukan karena melawan, tapi karena mengundurkan diri," ungkap Sri.

Sebelum meninggal, lanjut Sri, Asyam sempat menceritakan kepadanya bahwa tiga hari pertama acara diksar, kondisi Asyam dalam kondisi baik. Kekerasan diduga terjadi setelah tiga hari itu.

"Asyam mendaki gunung ya baru kali ini. Tapi itu bukan masalah. Asyam memiliki mobilitas tinggi. Asyam juga tidak memunyai riwayat penyakit khusus," ucap Sri.

Terpisah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UII, Abdul Jalil mempersilakan keluarga menempuh jalur hukum. Menurutnya, pihak kampus juga sedang melakukan proses investigasi melalui tim yang dibentuk.

"Proses eksternal (kampus) tidak mempengaruhi proses internal. Keputusan eksternal bisa saja menjadi pertimbangan putusan internal. Kami menghormati langkah keluarga karena itu hak warga negara," tutur Abdul

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Asyam merupakan salah satu mahasiswa UII yang meninggal usai mengikuti acara pendidikan dasar atau The Great Camping (GC), yang digelar Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UII di Gunung Lawu Lereng Selatan, Tawangmangu, Jawa Tengah. Asyam tewas setelah sempat dirawat di RS Bethesda, Sabtu (21/1). Selain Asyam, Muhammad Fadhli, mahasiswa Teknik Elektro UII, asal Batam, juga tewas dalam perjalanan menuju RSUD Karanganyar, Jumat (20/1).

Baca juga:
Pendaki ingin rayakan malam Tahun Baru di Gunung Merapi dibatasi
Pendakian Gunung Merapi saat Tahun Baru hanya sampai Pasar Bubrah
2 Mahasiswi akan jadi wanita pertama Indonesia taklukan gunung ini
Tim 7 Summit Mahasiswi Unpar siap daki gunung tertinggi di Antartika
Menapaki Gunung Parang, surga bagi pemanjat tebing kelas dunia
1500 Pendaki siap bersihkan Gunung Slamet
Pendaki Gunung Arjuno tersambar petir, satu orang tewas

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.