Kejamnya Suami Tikam Istri Gara-gara Tak Pulang, Padahal Nginap di Rumah Adiknya
Korban telah melarikan diri dari rumahnya selama satu minggu terakhir.
Uberta Uduk, seorang warga dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia akibat tindakan kekerasan yang dilakukan suaminya, Matias Mali.
Pada Sabtu, (23/8), Uberta mengalami sejumlah luka tusukan akibat benda tajam. Insiden tersebut terjadi di rumah adiknya, Petronela Bete, yang terletak di Dusun Haliwen A, Desa Dubesi, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu.
"Korban sudah satu minggu pergi dari rumah dan tinggal di rumah adiknya (Petronela Bete)," kata Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Rio Panggabean, pada Senin, (25/8) dikutip Liputan6.
Peristiwa tragis ini menambah daftar kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di wilayah tersebut, yang tentunya memerlukan perhatian lebih dari semua pihak untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kronologi Kejadian
Rio menjelaskan bahwa insiden tersebut dimulai pada Sabtu (23/8), sekitar pukul 04.00 WITA. Pelaku datang ke rumah Petronela Bete, yang merupakan adik dari Uberta.
Ketika tiba di depan rumah Petronela, pelaku berteriak memanggil istrinya, Uberta Uduk, agar kembali ke rumah.
Namun, permintaan tersebut ditolak oleh Uberta. Merasa kesal, pelaku pun masuk ke dalam rumah dan menikam Uberta secara membabi buta.
Melihat situasi yang mengerikan itu, Petronela mencoba untuk melerai, tetapi malang baginya, pelaku justru menyerang Petronela hingga mengalami luka.
"Istri pelaku (Uberta) mengalami luka serius pada bagian dada, perut hingga punggung belakang akibat tikaman pisau dan dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.
Tak lama setelah kejadian tersebut, pelaku berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dan ditahan di sel Polres Belu untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.
"Motifnya diawali masalah rumah tangga sehingga pelaku niat membunuh korban," tandasnya.
Dengan demikian, kejadian tragis ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari konflik dalam rumah tangga yang dapat berujung pada tindakan kekerasan fatal.
Pernikahan yang penuh kekerasan
Di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, seorang pria kehilangan nyawanya akibat ditusuk dengan benda tajam saat menghadiri sebuah pesta pernikahan pada Sabtu, 23 Agustus sekitar pukul 02.00 WITA.
Pria yang dikenal dengan inisial AN tersebut, nekat menyerang tiga pemuda, yang menyebabkan satu di antara mereka meninggal dunia.
Ketiga korban adalah warga dari Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, di mana salah satu di antaranya, AP, dinyatakan meninggal. Dua lainnya, CK dan AT, mengalami luka berat dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis.
"Korban dan pelaku terlibat keributan saat acara berlangsung di belakang kantor lembaga pemasyarakatan. AN kemudian mengambil pisau dan menikam para korban," jelas Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, pada Senin, (25/8).
Ia menambahkan bahwa ketiga korban mengalami luka serius akibat tusukan dan segera dilarikan ke RSUD TC Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis.
"Korban yang meninggal dunia berinisial AP," imbuhnya.
Pelaku telah ditangkap
Dalam waktu yang singkat setelah kejadian, aparat kepolisian bertindak cepat dan berhasil menangkap pelaku. Mereka juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap motif di balik kasus tersebut.
"Kurang lebih tiga jam, pelakunya berhasil ditangkap Tim Reskrim Polres Sikka," tandasnya.
Tindakan cepat dari pihak kepolisian ini menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga keamanan masyarakat dan menegakkan hukum.
Dengan mengumpulkan keterangan dari saksi, diharapkan penyelidikan dapat berjalan lebih lancar dan kasus ini bisa terpecahkan dengan baik.