LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kebakaran di Lereng Hutan Gunung Slamet Capai 14,3 Hektare

Metode pemadaman, tim membuat pemisahan area yang sudah terbakar dengan area yang belum terbakar untuk melokalisir lokasi kebakaran.

2019-09-14 16:32:00
Gunung Slamet
Advertisement

Kebakaran hutan di lereng Gunung Slamet sejak Rabu (11/9) sampai Jumat (13/9) mencapai 14,3 hektare. Lokasi kebakaran di hutan lindung pada ketinggian 1.800 MDPL, Petak 58A wilayah kerja Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Serang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Timur KPH Banyumas Timur.

Wakil Administratur Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyumas Timur, Sugito mengatakan, hingga Jumat (13/9) sore, sementara api dinyatakan padam. Kurang lebih 500 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Tim berasal dari Perum Perhutani KPH Banyumas Timur , Polres Purbalingga, Kodim Purbalingga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Satpol PP Purbalingga, Forkompincam Karangreja, Anak Remaja Bambangan (Aremba), SAR, Tagana, komunitas pecinta alam, warga dukuh Bambangan Desa Kutabawa dan dukuh Gunungmalang Desa Serang.

"Pemadaman dibagi menjadi empat sektor," kata Sugito.

Advertisement

Metode pemadaman, tim membuat pemisahan area yang sudah terbakar dengan area yang belum terbakar untuk melokalisir lokasi kebakaran.

Lokasi kebakaran di hutan lindung pada ketinggian 1.800 MDPL, Petak 58A wilayah kerja Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Serang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Timur KPH Banyumas Timur. Wilayah administratif turut Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.

Lokasi kebakaran yakni tanaman pinus dengan kondisi medan yang berjurang. Di bawahnya terdapat semak yang tebal dan lebat dengan ketinggian sekitar 50 centimeter. Semak yang kering menyebabkan mudah terbakar.

Advertisement

"Penyebab kebakaran diduga akibat kelalaian anggota masyarakat sekitar," katanya.

Meskipun sudah dinyatakan padam, masih dilakukan pemantauan di lokasi kebakaran tersebut. Tadi malam, tim kecil melakukan penyisiran ke lokasi potensi-potensi bara api.

Baca juga:
Hutan di Lereng Gunung Slamet Terbakar
BPBD Tutup Jalur Pendakian Gunung Slamet, Warga Diminta Jauhi Radius 3,5 kilometer
Puluhan Pendaki Masih Terjebak di Gunung Slamet
Gunung Slamet Berstatus Waspada, Zona Bahaya 2 Km dari Puncak
PVBMG Imbau Pendaki Tak Upacara 17 Agustus di Gunung Slamet
Pelesir ke Desa Karangsalam di Lereng Gunung Slamet

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.