BPBD Tutup Jalur Pendakian Gunung Slamet, Warga Diminta Jauhi Radius 3,5 kilometer

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah memastikan jalur pendakian menuju gunung Slamet sudah ditutup. Penutupan pasca peningkatan status di level II atau waspada.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Tutup Jalur Pendakian Gunung Slamet, Warga Diminta Jauhi Radius 3,5 kilometer
Gunung Slamet. ©2013 Merdeka.com/Chandra

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah memastikan jalur pendakian menuju gunung Slamet sudah ditutup. Penutupan pasca peningkatan status di level II atau waspada.

"Ada empat jalur pendakian gunung Slamet Baturraden, Pemalang, dan Wonosobo sudah kita tutup. Maka dari itu saya pastikan para pendaki dilarang berada di lokasi," kata Kepala Badan Penanggulangan Daerah Jawa Tengah, Sudaryanto saat dikonfirmasi, Jumat (9/8).

Dia meminta kepada masyarakat setempat untuk menjauhi radius 3,5 kilometer dari puncak gunung. Dia mengatakan, keselamatan warga harus diutamakan agar tidak menimbulkan korban jiwa saat erupsi terjadi di Gunung Slamet.

"Radius 3,5 kilo harus dikosongkan dari aktivitas warga. Jarak aman saat ini sekitar radius 4 kilo dari puncak Gunung Slamet," terangnya.

Untuk mengantisipasi pendaki nekat mendekati lokasi, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas kehutanan Jawa Tengah yang memiliki kewenangan di lahan hutan Gunung Slamet. Sebab aktivitas kegempaan di Gunung Slamet saat ini agak berbeda dengan gunung api lainnya.

"Gunung Slamet, punya karakter kegempaan eksplosif dan diperkirakan statusnya masih bisa terus berubah yang mengikuti fenomena alam," jelasnya.

Terkait dengan kegiatan proyek Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) yang berada di kaki Slamet, pihaknya mengklaim saat ini kondisinya masih aman. Bahkan kegiatan proyek geothermal di Gunung Slamet tidak akan terlalu terdampak dengan peningkatan status gunung tersebut.

"Dengan kondisi geothermal di Slamet ini, pengaruhnya tidak akan terlalu terasa karena relatif aman dari bencana alam," tutup Sudaryanto.

Rekomendasi