Kawal demo Ahok susulan, Brimob disebar ke 29 titik rawan penjarahan
Kawal demo Ahok susulan, Brimob disebar ke 29 titik rawan penjarahan. Murad menegaskan jika anggotanya tidak akan dibekali senjata. Pasukan Brimob khususnya pasukan anti anarkis hanya menggunakan tameng untuk melindungi diri.
Kepala Korps Brimob (Kakorbrimob) Polri Irjen Murad Ismail mengaku telah menyiapkan pasukan anti anarkis di sejumlah titik yang dianggap rawan aksi anarkis dan penjarahan saat berlangsungnya unjuk rasa pada 25 November dan 2 Desember nanti. Pasukan anarkis disebar ke 29 titik di wilayah Jakarta.
"Semua ada 39 titik di Jakarta Pusat, Barat, Timur. Yang anti anarkis berada pada tempat-tempat yang akan terjadi anarkis, penjarahan dan sebagainya," kata Murad saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (24/11).
Kendati begitu, Murad menegaskan jika anggotanya tidak akan dibekali senjata. Pasukan Brimob khususnya pasukan anti anarkis hanya menggunakan tameng untuk melindungi diri.
"Yang jelas menghadapi unjuk rasa semua kita enggak bersenjata. Kita pakai tameng saja," ujarnya.
Pada kesempatan itu, ditegaskan Murad sebagai pimpinan Brimob dia menyerahkan sepenuhnya pengendalian anggota di lapangan kepasa asisten operasional (Asops). Brimob, kata dia, siap menjaga keutuhan NKRI.
"Untuk komandan keamanan itu Asops (Asisten Operasional), saya cuma menyiapkan pasukan. Saya koki yang menyiapkan pasukan Brimob untu menghadapi setiap keamanan yang ada dalam negeri," pungkas Murad.
Baca juga:
Kasus Dhani, polisi bantah surat panggilan terhadap saksi tak jelas
Diminta Kapolri, MUI kaji fatwa tentang salat Jumat di jalan
Daripada demo di Jakarta, Risma ajak warga Surabaya ikut Maulid Nabi
Apindo sebut demo 2 Desember ganggu iklim investasi usaha
Brimob siapkan pasukan antianarkis kawal demo 25-11 dan 2-12
Pasukan Brimob dipastikan siap kawal demo 25 November & 2 Desember
Said Aqil minta masyarakat hormati hukum terkait kasus Ahok