LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. NASIONAL

Kasus Radiasi Cs-137 di Cikande, Puan Minta Tak Boleh Terjadi Lagi!

Kasus ini terungkap setelah Amerika menolak ekspor udang beku Indonesia karena terdeteksi radiasi pada kontainer.

Jumat, 03 Okt 2025 10:21:00
radiasi
Kasus Radiasi Cs-137 di Cikande, Puan Minta Tak Boleh Terjadi Lagi! (merdeka.com)
Advertisement

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR akan mengawal kasus cemaran Cesium 137 di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten. Ia menekankan pentingnya evaluasi agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

"Terkait dengan Cesium yang menjadi masalah di Cikande, tentu saja kami akan melakukan fungsi pengawasan dengan komisi terkait, seperti komisi lingkungan hidup, industri, dan lainnya," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (2/10/2025).

Pemerintah sebelumnya menetapkan cemaran Cs-137 sebagai kejadian khusus radiasi. Zat radioaktif buatan ini biasa dipakai di industri logam, dan jika terlepas dapat mencemari makanan serta menimbulkan risiko kesehatan serius, termasuk kanker. Penetapan itu diumumkan Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq pada Selasa (30/9).

Kasus ini terungkap setelah Amerika menolak ekspor udang beku Indonesia karena terdeteksi radiasi pada kontainer. Penelusuran kemudian menunjukkan sumber radiasi bukan dari tambak, melainkan dari aktivitas industri logam di Cikande. Food and Drug Administration (FDA) juga menemukan Cesium-137 pada cengkeh asal Indonesia, meski kadarnya masih dalam ambang aman.

Advertisement

Terkait temuan Cesium di Cikande, Puan menegaskan pencemaran lingkungan seperti Cesium 137 di Serang, Banten tidak boleh terjadi lagi baik, termasuk di daerah lain. Ia meminta adanya antisipasi dari pihak terkait untuk menangani masalah pencemaran tersebut.

Advertisement

"Dan itu tidak boleh terjadi lagi dan harus dievaluasi, dan sekarang ditutup karena itu akan merugikan masyarakat yang berada di situ," tegas Puan.

Advertisement
Berita Terbaru
  • China Jawab Kekhawatiran AS dan UE soal Undang-Undang Persatuan Etnis China: Demi Harmoni Nasional
  • Xhaka Nilai Swiss Tampil Lebih Matang di Fase Gugur Piala Dunia 2026
  • KPK Tetapkan Bupati Langkat Syah Afandin dan Mantan Timses Tersangka Suap Proyek
  • Polda Metro Jaya Gelar Operasi Berantas Jaya 2026, Sasar Kasus Curanmor
  • Resmi! Bayern Muenchen Amankan Transfer Nathaniel Brown dari Eintracht Frankfurt
  • berita puan maharani
  • puan maharani
  • radiasi
Artikel ini ditulis oleh
Editor Heri Winarno
M
Reporter Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.