Kasus Pencuri Minta Maaf Lewat Surat Di Mojokerto Berakhir Damai
Kasus yang berujung damai ini disaksikan pihak kepolisian.
Kasus seorang pencuri yang berkirim surat pada korbannya di Mojokerto, Jawa Timur pada Minggu (7/6) lalu, berakhir damai. Pelaku berinisial EPB (35), telah bertemu dan menyampaikan permintaan maafnya pada korban, Alfin Setyo Tunggal (37).
Ujung perkara yang sempat menghebohkan warga Mojokerto ini pun diungkapkan Alfin saat berada di Polsek Pungging, Mojokerto. Ia mengaku, telah bertemu dengan pelaku pencurian tokonya di kantor polisi tersebut, pada Selasa (16/6) ini.
"Pelaku sudah datang ke sini (Polsek Pungging) tadi pagi sama saya," ujarnya saat dikonfirmasi merdeka.com melalui telepon, Selasa (16/6).
Ia pun menegaskan, dihadapan polisi, pelaku sudah meminta maaf dan telah mengembalikan uang yang diambil dari warungmya pada hari Minggu lalu.
"Dan sudah saya maafkan," pungkasnya.
Laporan Dicabut
Usai prosesi tersebut, Alfin mengaku telah mencabut laporan pencuriannya ke polisi. Ia memastikan, perkara ini telah dapat diselesaikan secara damai.
"(Laporan) Sudah (saya) cabut laporan di Polsek Pungging tadi sama saya, dan sudah saya maafkan," ujarnya.
Dalam perkara tersebut, pelaku diketahui sempat mencicil uang yang dicurinya dari warung milik Alfin.
Pelaku diketahui mengembalikan uang dalam 2 tahap. Pertama, melalui seorang perantara pada Selasa (9/6) malam.
Proses pengembalian uang itu, disebut diantarkan bersama dengan anak pelaku yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Uang tahap pertama dititipkan sebanyak Rp120 ribu dulu, lalu tahap kedua sebesar Rp200 ribu.
Curi Uang untuk Bayar Sekolah Anak
Kasus ini menjadi viral setelah, EPB warga Sidoarjo, tertangkap tangan oleh Alfin karena mencuri 6 bungkus rokok pada Minggu (7/6) sekitar pukul 12.30 WIB.
Namun, EPB pun dlepaskan rokok yang dicuri telah dikembalikan. Alfin terkejut, setelah mengecek uang hasil jualannya ternyata juga hilang.
Keesokan harinya, Senin (8/6), istri Alfin mendapati surat dari EPB yang diselipkan di bawah pintu toko.
Surat tulisan tangan ini berisi permintaan maaf dari EPB, serta uraian alasannya mencuri, salah satunya untuk membayar sekolah anak. Pelaku pun menjanjikan akan mengembalikan uang Alfin tersebut.
Dalam surat tersebut, EPB mengaku mencuri uang Rp 352.000 dari laci Alfin.