Kasus Penculikan Bayi di Makassar Ternyata Rekayasa, Libatkan Istri Polisi
Fitri (22) dan Ilham (21), warga Makassar diringkus polisi gabungan Resmob Polres Bone dan Resmob Polda Sulsel, Jumat (21/12) dini hari di salah satu indekos, Kompleks Perumahan Bumi Tamalanrea Permai. Keduanya adalah pelaku penculikan bayi laki-laki usia 11 hari di Kabupaten Bone, Kamis (20/12), yang ternyata rekayasa
Fitri (22) dan Ilham (21), warga Makassar diringkus polisi gabungan Resmob Polres Bone dan Resmob Polda Sulsel, Jumat (21/12) dini hari di salah satu indekos, Kompleks Perumahan Bumi Tamalanrea Permai. Keduanya adalah pelaku penculikan bayi laki-laki usia 11 hari di Kabupaten Bone, Kamis (20/12), yang ternyata rekayasa.
Kapolres Bone AKBP M Kadarislam Kasim yang dikonfirmasi menjelaskan, dua pelaku yakni Fitri dan Ilham adalah pasangan kekasih dan bayi yang seolah-olah diculiknya itu ternyata hasil hubungan gelap keduanya. Mereka membuat rekayasa penculikan itu kerjasama dengan Anugrah Nurika (29).
Anugrah Nurika ini adalah istri dari Brigpol Rasyid (37), anggota Brimob Batalyon C Bone yang mengambil bayi pasangan kekasih itu dan mengakui seolah-olah bayinya tanpa sepengetahuan suaminya.
"Jadi sebelumnya Anugrah Nurika istri polisi ini keguguran di RS Khadijah Makassar di usia kandungan sudah sembilan bulan. Dia tidak berani sampaikan kondisi itu ke suaminya karena suaminya inginkan sekali anak itu. Akhirnya tanpa pikir panjang, Anugrah ini mencari bayi yang bisa diadopsi di media sosial. Dia dapatlah informasi kalau ada anak yang bisa diadopsi untuk mengelabui suaminya," kata Kadarislam.
Selanjutnya, Anugrah berkomunikasi dengan Fitri yang menawarkan bayinya di media sosial itu. Terjadi kesepakatan, Anugerah siap bayar biaya persalinan Fitri dan lainnya sebesar Rp 8 juta dan bayi itu kemudian diboyong ke Bone.
"Lalu orang tua kandung bayi itu bermaksud melihat kondisi bayinya di Bone sekaligus mengambil sisa uang yang belum dibayarkan. Entah bagaimana kesepakatan antara Anugrah dan pasangan itu mengenai kelanjutan posisi bayi tersebut, yang jelas pasangan itu datang ke Bone ambil bayinya sekaligus sisa uang. Agar tidak ketahuan suaminya, Anugrah dan pasangan ini pun membuat rekayasa seolah bayi itu diculik," jelas AKBP Kadarislam.
Penyidik hingga kini masih mendalami lebih jauh terkait kasus penculikan rekayasa itu, termasuk mencari tahu adanya kemungkinan orang lain terlibat selain dari pasangan kekasih dan istri polisi itu.
"Anugrah istri polisi ini akan dijerat perbuatan laporan palsu sementara Fitri dan Ilham terkait penjualan anak. Fitri dan Ilham setelah ditangkap subuh tadi di Makassar, masih ada di Makassar. Kami dari Polres Bone menunggu perintah apakah kasus ini ditangani Polda atau Polres karena kejadian penjualan bayinya itu terjadi di Makassar. Rekayasa penculikannya yang di Bone," kata Kadarislam.
Baca juga:
Ditinggal Sendiri di Rumah, Anak Polisi Hilang Diduga Diculik Orang
Bayi perempuan yang dilarikan bidan di Tangerang akhirnya dikembalikan
Pascahilangnya bayi Randy & Atikah, tempat praktik Bidan Yuni tampak tak berpenghuni
Tak mampu bayar biaya persalinan, bayi Atikah dibawa kabur bidan di Tangerang
Begini aksi Jumiyanti culik bayi Aditya di Depok secara kilat