Kasus miras oplosan di Kabupaten Bandung, 41 tewas & 99 orang dirawat
Lebih lanjut Yani mengatakan bahwa daya tampung RSUD Cicalengka sudah maksimal. Untuk mengantisipasi kepadatan, pihaknya memberi rujukan kepada sebagian pasien untuk mendapat perawatan di rumah sakit yang lain.
Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) untuk kasus keracunan yang diduga akibat miras oplosan. Total korban di Kabupaten Bandung sampai hari ini mencapai 140 orang.
Jumlah itu merupakan akumulasi semua korban yang masuk ke Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Bandung dari Kamis (6/4).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Ahmad Kustiaji menyatakan total korban yang meninggal di Kabupaten Bandung mencapai 41 orang.
Data itu didapat dari RSUD Cicalengka sebanyak 31 orang, RS AMC Cileunyi tujuh orang, dan RSUD Majalaya tiga orang.
"Total korban yang meninggal dan dirawat itu 140 orang," katanya saat dihubungi, Selasa (10/4).
Saat ini, pasien yang mendapat perawatan di RSUD Cicalengka sebanyak 19 orang, RS AMC empat orang dan RSUD Majalaya enam orang.
"Statusnya KLB, sudah disetujui kemenkes untuk kesiap siagaan pemerintah dalam menangani korban," terangnya.
Sebelumnya Dirut RSUD Cicalengka, mengatakan saat ini ada 19 pasien yang menjalani rawat inap. Selain itu, ada 19 pasien yang mendapat penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Sampai siang ini jumlah total pasien dengan keluhan pusing, mual, muntah yang diduga akibat minuman itu ada 93 orang, itu total dari Jumat (6/4/2018). Ada yang masih dirawat, ada yang sudah pulang," kata Yani.
Lebih lanjut Yani mengatakan bahwa daya tampung RSUD Cicalengka sudah maksimal. Untuk mengantisipasi kepadatan, pihaknya memberi rujukan kepada sebagian pasien untuk mendapat perawatan di rumah sakit yang lain.
"IGD dan ruang rawat inap sudah full," katanya.
"Tadi malem kita turunin delapan dokter di IGD. Sekarang, kita turunin tiga dokter. Ya situasional saja, sekaligus efisiensi tenaga," ucapnya.
Baca juga:
Korban tewas miras oplosan di Cicalengka bertambah, total 31 orang
Metanol ganggu fungsi paru-paru & sebabkan penenggak miras oplosan tewas
Wali Kota Jaktim gandeng Polres lakukan razia minuman oplosan
Aher soal kasus miras oplosan: Keluarga & lingkungan harus menjadi pencegah
Miras oplosan tewaskan puluhan orang di Bandung dijual Rp 20 ribu per botol