Miras oplosan tewaskan puluhan orang di Bandung dijual Rp 20 ribu per botol
Merdeka.com - Polisi sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus miras maut yang menelan puluhan korban jiwa di Bandung, Jawa Barat. Sejauh ini, dua toko miras sudah disegel.
Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan mengatakan, kasus ini sedang ditangani dengan backup Polda Jabar. Dia mengatakan, data terbaru korban diduga akibat miras oplosan bertambah menjadi 52 pasien. Dari jumlah itu, 23 di antaranya meninggal dunia. 24 orang dirawat inap, dirujuk ke RS Hasan Sadikin tiga orang, sisanya pulang.
"Kami menetapkan tersangka berinisial YS dan HM mereka adalah penjual miras. Mereka beroperasi di toko miras di Kampung Bojong Asih yang sudah disegel. Pemasok miras berinisial C masih buron," kata Indra saat ditemui di RSUD Cicalengka, Senin (9/4).
Kejadian ini berawal pada Kamis (6/4). Hingga hari minggu banyak yang masuk ke RSUD Cicalengka dengan keluhan serupa. Seperti pandangan kabur, mual dan muntah. Pihak kepolisian sudah meminta keterangan terhadap enam orang saksi yang merupakan korban.
"Kami memeriksa saksi, didapatkan dari pasien yang ada di rumah sakit yang bersedia memberi keterangan. Kami memulai penyelidikan dari situ," ujarnya.
Dari keterangan saksi, ada transaksi antara pasien dan penjual. Mereka membeli minuman kepada tersangka.
"Ada beberapa barang bukti yang diamankan, berupa botol yang ada sisa minumannya. Kami ambil dari urine, muntahan dan darah untuk dicek lab," ucapnya.
Di tempat yang sama, dirnarkoba Polda Jabar, Kombes Enggar Pareanom mengatakan, sejauh ini TKP yang sudah diamankan adalah toko di kampung Bojong Asih.
"Dari keterangan yang kami dapat, bahwa minuman oplosan itu kerap disebut Ginseng. Satu botol ukuran 600 mililiter dijual Rp 20 ribu," ucapnya.
Tersangka yang buron beriniaial C kerap memasok satu minggu sekali, dimulai pada bulan Desember tahun lalu. Tiap minggu, C mengirim 10 dus kepada distributor dengan harga per satu dusnya Rp 350 ribu.
"Per kardusnya ada isi 24 botol. Dulu, tahun 2000-an itu pemasoknya berinisial A, sekarang baru si C," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya