Kasus Kekerasan pada Anak Meningkat Selama Pandemi di Mukomuko
Menurut dia, kemungkinan masih banyak kasus kekerasan terhadap anak di daerah ini yang belum dilaporkan kepada aparat penegak hukum dan kepada instansi ini.
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, hingga bulan Agustus 2021 sebanyak 25 kasus. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2020 sebanyak 21 kasus.
"Penyebab kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah ini meningkat kemungkinan karena selama pandemi Covid-19 anak tidak sekolah, banyak anak melihat 'handphone' dan bergaul di rumahnya," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Mukomuko, Junharto, dikutip dari Antara, Minggu (3//9).
Menurut dia, kemungkinan masih banyak kasus kekerasan terhadap anak di daerah ini yang belum dilaporkan kepada aparat penegak hukum dan kepada instansi ini.
Ia menyatakan, kemungkinan korban ini takut melapor. Tidak hanya korban saja yang takut melapor, orang terdekat dengan korban yang mengetahui kasus tersebut juga takut melapor. Sehingga tidak ada laporan terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ia menyebutkan, mayoritas jenis kekerasan terhadap anak yakni kekerasan seksual. Dan sebagian besar pelaku orang terdekat korban seperti orang tua, tetangga dan pacar.
Junharto menuturkan, dari sebanyak 24 kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur di daerah ini, sekitar 20 persen naik ke jalur hukum sesuai dengan berkas acara pemeriksaan, selebihnya diselesaikan secara kekeluargaan.
Ia mengatakan, instansinya melakukan langkah penjangkauan dan pendampingan terhadap anak yang menjadi korban kekerasan. Penjangkauan menuju lokasi sampai ke Pengadilan Negeri.
Selain itu, selama beberapa tahun terakhir pihaknya terus melakukan sosialisasi tentang aturan hukum tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak kepada masyarakat.
Namun, pihaknya sampai sekarang belum memiliki tenaga psikolog untuk membantu memulihkan kondisi anak yang menjadi korban seksual dan kekerasan fisik lainnya.
"BKKN Bengkulu yang menyiapkan tenaga psikolog. Kita harus membawa anak yang menjadi korban kekerasan seksual ke Bengkulu," ujarnya.
Baca juga:
Tak Ada Kelainan Jiwa, Ayah yang Cungkil Mata di Gowa Ditahan Polisi
Pelajar SMP Dianiaya saat Razia Balap Liar, Propam Polda Bali Lakukan Penyelidikan
Bayi 10 Bulan Dijadikan Manusia Silver, Polres Tangsel Usut Dugaan Eksploitasi Anak
Ironi Kemiskinan Manusia Silver
Kemen PPA Dorong Dukcapil Bantu Bayi 'Silver' Pamulang Kantongi Akta Kelahiran
Kemen PPA Minta Aparat Dalami Unsur Eksploitasi Anak Bayi 'Silver' di Pamulang