Kasus Gugatan Burung Mati Karena Asap Bakar Sampah di Tasik Berakhir Damai
Ia menyebut bahwa asap hasil pembakaran sampah itu dinilainya mengganggu dan bahkan diduga menyebabkan burung Murai yang dipeliharanya mati.
Dua orang warga yang masih tetanggaan di Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya diketahui berselisih gara-gara burung dan kegiatan pembakaran sampah. Kaitannya, asap hasil pembakaran sampah itu diduga menyebabkan matinya seekor burung yang harganya puluhan juta rupiah.
Dua tetangga yang berselisih itu adalah antara Septhiana Virginandi (31) dan Yamin (40). Septhiana mengaku bawa awalnya ia merasa kesal dengan tetangganya yang membakar sampah di halaman rumahnya.
Ia menyebut bahwa asap hasil pembakaran sampah itu dinilainya mengganggu dan bahkan diduga menyebabkan burung Murai yang dipeliharanya mati. "Diduga matinya karena asap sampah itu," sebutnya, Kamis (4/2).
Burung Murai miliknya yang mati akibat sampah itu, diungkapkan Septhiana, sudah dihargai oleh pembeli senilai Rp 60 juta, uangnya bahkan sudah diterima.
Burung miliknya dihargai mahal karena beberapa kali menjuarai berbagai kontes kicau burung. Namun belum sempat diberikan kepada pembeli, burungnya mati pada Oktober 2019.
Septhiana menyebut bahwa kematian burung tersebut sudah diberitahukan kepada pembeli. Pembelinya saat itu memahami dan tidak meminta uangnya dikembalikan, melainkan meminta burung murai lainnya yang juga pernah menjuarai kontes kicau burung.
Karena pembelinya meminta ganti burung baru itulah yang menjadikan Septhiana menggugat tetangganya kemudian. Septhiana menginginkan agar tetangganya itu mengganti kerugian yang dialaminya karena aksinya membakar sampah di halaman rumahnya.
Awalnya, Septhiana tidak melakukan gugatan ke pengadilan. Mediasi sempat dilakukan. Namun mediasi yang juga dihadiri oleh perwakilan warga tidak kunjung menemukan titik temu. Permintaan Septhiana tidak pernah diindahkannya. Lebih dari itu, Yamin masih tetap saja melakukan aksinya membakar sampah di depan rumahnya.
"Sebelumnya dimediasi gak pernah ketemu meski rumah bersebelahan, waktu itu ada miskomunikasi. Jadi tidak pernah bertemu," kata dia.
Septhiana pun kemudian menggugat Yamin di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kota Tasikmalaya. Gugatan itu berisi permintaan ganti rugi kepada Yamin.
Saat gugatan masuk ke meja pengadilan, keduanya kembali melakukan media. Kalau sebelumnya mediasi tidak membuahkan hasil, setelah di pengadilan muncul kesepakatan islah antara keduanya.
"Alhamdulillah saat ini mediasi. Disepakati tetangga saya gak akan lagi membakar sampah depan rumahnya. Karena di rumah saya banyak burung yang sering dijemur. Saya juga punya riwayat asma," ungkap Septhiana.
Selain Yamin yang tidak akan membakar lagi sampah di depan rumahnya, Septhiana pun tidak akan meminta tuntutan ganti rugi. "Sekarang semua tuntutan yang ada dalam poin gugatan tak dilanjutkan. Kita sudah saling memaafkan," katanya.
Sementara itu, Yamin selaku tergugat mengaku lega perselisihan dengan tetangganya berakhir islah. Ia mengaku akan lebih berhati-hati saat akan membakar sampah. "Jaraknya akan lebih jauh," kata dia.
Yamin mengaku bahwa selama ini ia memang sering membakar sampah di halaman rumahnya sendiri yang lokasinya berdekatan dengan rumah Septhiana. Ia pun mengaku akan memperbaiki hubungan dengan Septhiana.
"Kita juga kan saling bertetangga, jadi harus saling menghargai," ujar dia.
Eki S Baihaqi, selaku mediator kedua belah pihak mengungkapkan bahwa Septhiana dan Yamin telah bersepakat untuk berdamai. Keduanya juga sama-sama hendak merehabilitasi hubungan sebagai tetangga yang selama ini tak harmonis.
Ia menyebut bahwa usul mediasi datang dari Septhiana sebagai penggugat. Septhiana mengaku ingin berdamai dengan tetangganya itu secara kekeluargaan dan kemudian membuahkan hasil akta perdamaian.
“Poin inti yang diajukan penggugat adalah soal pembakaran sampah. Tergugat kalau bakar sampah lokasinya tidak boleh dekat dengan rumah penggugat. Tergugat juga sudah menyanggupi," sebutnya.
Baca juga:
Pembunuh Kucing di Kalideres Sudah 35 Tahun Jualan Daging Anjing
Cara Mengatasi Hewan Peliharaan yang Tersedak Makanan, Jangan Disepelekan
Emak-Emak di Kalideres Diamankan Warga Sebab Ingin Masak Kucing
Punya Domba Ratusan Juta, Pasutri Ini Ajak Peliharaan Mahalnya Treadmill hingga Sauna
Latihan Treadmill dan Mandi Sauna, Ini Perawatan Unik Domba Garut Harga Ratusan Juta
Jagal Kucing Persia di Medan, Polisi Kantongi Nama Calon Tersangka