LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kasus Covid-19 Melonjak, Bupati Sleman Minta Warga di Rumah Saja Selama 7 Hari

Lonjakan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sleman terus terjadi. Sejak tanggal 25 Juni hingga 28 Juni terdata 1.144 kasus konfirmasi positif Covid-19 di daerah ini.

2021-06-28 19:22:12
Covid-19
Advertisement

Lonjakan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sleman terus terjadi. Sejak tanggal 25 Juni hingga 28 Juni terdata 1.144 kasus konfirmasi positif Covid-19 di daerah ini.

Menanggapi lonjakan kasus ini, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pun membuat Surat Edaran (SE) Bupati Sleman Nomor 443/01745 tentang Di Rumah Saja untuk Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19. Edaran ini dikeluarkan Kustini pada Senin (28/6).

Dalam surat edarannya, Kustini meminta kepada warga Sleman untuk di rumah saja dalam kurun waktu 7 hari ke depan. Masyarakat diminta keluar rumah hanya untuk kepentingan pekerjaan dan pemenuhan kebutuhan mendesak.

Advertisement

"Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Sleman untuk berada di rumah saja selama satu minggu ini. Ini langkah yang harus kita ambil mengingat angka penularan di Sleman selama dua minggu ini sangat mengkhawatirkan," ujar Kustini dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/6).

Kustini menuturkan, saat ini masyarakat masih melakukan aktivitas yang tidak terlalu mendesak dan berkerumun. Selain itu, juga ada penurunan tingkat kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Kustini berharap agar masyarakat tetap mematuhi prokes dengan ketat. Semua harus disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Advertisement

Selain itu Kustini juga meminta kepada panewu, lurah, tokoh masyarakat, kader karang taruna hingga PKK, bisa membantu menyosialisasikan gerakan 'Sesarengan Jogo Sleman' sekaligus memberikan contoh. Dengan kepemimpinan yang tepat dan gerakan gotong royong ini, diharapkan penyebaran virus corona di Sleman bisa disetop.

"Saya juga berharap bantuan ibu-ibu panewu, bu lurah hingga ibu-ibu PKK bisa aktif juga dalam menyukseskan program ini. Karena keberhasilan melawan pandemi ini hanya dengan sesarengan atau gotong royong," tutup Kustini.

Baca juga:
Kapasitas Nyaris Penuh, 213 Pasien Covid-19 Antre Masuk RSLI Surabaya
Arab Saudi akan Vaksinasi Remaja Usia 12 Sampai 18 Tahun Menggunakan Vaksin Pfizer
Kasus Covid-19 di Pangandaran Meningkat, Perkantoran WFH 100 Persen
Seluruh Tempat Wisata di Garut Ditutup Sementara, Pengunjung Diputar Balik
Muhammadiyah Minta Sultan Tarik Rem Darurat Terkait Penanganan Covid-19 di DIY
Rencana, Harga Obat Terapi Covid-19 Ivermectin Paling Mahal Rp7.000 per Tablet

(mdk/yan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.