Kasus Covid-19 di Pangandaran Meningkat, Perkantoran WFH 100 Persen
Merdeka.com - Seluruh perkantoran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran menerapkan work from home (WFH) 100 persen. Bupati Jeje Wiradinata membuat kebijakan itu setelah kasus Covid-19 di wilayahnya meningkat tajam.
Jeje mengungkapkan bahwa dalam dua hari terakhir, kasus Covid-19 di Pangandaran cukup tinggi. Hari ini terjadi penambahan 100 orang terpapar virus corona.
"Kami memutuskan untuk memulai injak rem. Ada satu kecamatan yang sangat mencolok, yaitu di Kecamatan Pangandaran. Perkantoran juga kita WFH 100 persen sampai seminggu. Saya juga akan di rumah dan tak akan menerima tamu," ujarnya, Senin (28/6).
Selain itu, lanjut Jeje, pihaknya juga terpaksa menutup seluruh tempat wisata selama 10 hari, mulai Selasa (29/6). Langkah itu dilakukan pihaknya karena terdapat empat hotel dan sejumlah pedagang di tempat wisata yang diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.
Untuk kegiatan pesta pernikahan, kini di Pangandaran dilarang. "Pasar buka sampai jam 4 sore. Toko-toko juga kita tutup lebih sore. Restoran dan rumah makan maksimal sampai pukul 20.00 WIB," ungkapnya.
Jeje menyebut bahwa pihaknya akan melakukan penguatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Dia memastikan bahwa akan ada pengetatan di akses keluar masuk di wilayah penerapan PPKM Mikro.
"Sikap ini diambil untuk melindungi warga Pangandaran, karena perkembangan Covid-19 luar biasa. Indeks kesembuhan kita turun, kematian meningkat. Saya kira ini diambil dengan terpaksa. Sekarang BOR (Bed Occupancy Rate ) rumah sakit sudah 58 persen. Tapi kita sudah siapkan sarana di puskesmas kalau kasus terus melonjak. Mudah-mudahan seminggu ini Covid-19 terkendali," ucapnya.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya