Karyawan JICT mogok sehari, Tanjung Priok rugi miliaran rupiah
"Ini jadi terkesan seperti sengaja bikin gaduh," kata Syaiful Hasan.
Presiden Indonesia Port Watch (IPW), Syaiful Hasan, meminta pertanggungjawaban Direktur Pelindo II, RJ Lino terkait aksi unjuk rasa ratusan anggota Serikat Pekerja (SP) PT Jakarta International Container Terminal (JICT) beberapa hari lalu. Hal itu lantaran para pekerja mogok kerja dan membuat kerugian besar.
"Kami meminta pertanggungjawaban kepada Dirut Pelindo II, RJ Lino karena Pelabuhan rugi puluhan miliar rupiah akibat kejadian beberapa hari lalu," Kata Syaiful saat dikonfirmasi, Kamis (30/7).
Syaiful menjelaskan, aksi main pecat Lino terhadap dua karyawan JICT, Iqbal dan Ermanto, berdampak kerugian di berbagai pihak, termasuk Kamtibmas. Dirinya menyebut, seharusnya Lino bisa mencegah hal itu.
Selain itu, Syaiful juga menyayangkan akan aksi unjuk rasa SP JICT pada Selasa (28/7) yang menyebabkan kemacetan dan menahan sekitar 3.663 peti kemas yang akan bongkar muat di terminal peti kemas terbesar Indonesia tersebut.
"Pasalnya dampak dari unjuk rasa yang seharusnya tak ada itu jelas mengakibatkan kerugian puluhan miliar. Ini jadi terkesan seperti sengaja bikin gaduh," ucapnya.
Lanjutnya, dalam kasus JICT ini, Lino tidak punya itikad baik menyelesaikan masalah konsesi JICT, malahan seperti membelokkan dengan isu yang jelas-jelas bohong bahwa gaji Senior Manajer JICT sama dengan gajinya.
"Harusnya Lino itu tunjukkan itikad baik dong, bukan berbohong perihal gaji. Tunjukkan lah bukti persetujuan perpanjangan konsesi JICT dari Pemerintah dalam hal ini Meneg BUMN dan Menteri Perhubungan," tutupnya.
Baca juga:
Pekerja JICT: Pelindo II tak berhak perpanjang konsesi dengan asing
Pekerja mogok, Kemenhub jamin pelayanan di Tanjung Priok terjaga
Pekerja JICT akan berdemo sampai Jumat
Imbas aksi mogok karyawan JICT, bongkar muat peti kemas lumpuh
Temui bos Pelindo II, Kapolda minta PHK 2 pekerja dievaluasi
Kapolda minta demo karyawan JICT tak ganggu bongkar muat kontainer
Tolak perpanjangan konsesi asing, karyawan JICT mogok kerja