Karyawan Indosiar ikut gotong jenazah korban Outlander ke pemakaman
Herman sudah bekerja di Indosiar selama 20 tahun.
Puluhan karyawan Indosiar turut berduka atas meninggalnya Mahyudi Herman yang menjadi korban tabrakan maut Mitsubishi Outlander di kawasan Arteri, Pondok Indah. Herman merupakan salah satu karyawan Indosiar yang telah bekerja selama 20 tahun lamanya.
Mereka turut mensalatkan dan menggotong jenazah dengan kompak. Herman dikenal sebagai sosok yang ramah dan suka bergaul. Baik itu di lingkungan perumahan di mana dia tinggal ataupun di lingkungan kantor Indosiar, di mana dia bekerja.
"Pak Herman (korban) kerja di Indosiar sejak tahun 1994. Jadi sudah 20 tahun kerja di Indosiar," ujar Koordinator/Kepala Seksi CRO Indosiar, Sony Hasanuddin kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (21/1).
Menurut Sony, korban masih mengenakan seragam kantor dan ID Indosiar ketika kecelakaan terjadi. Sehingga, tidak menyulitkan untuk mengenali korban.
"Korban masih mengenakan seragam Indosiar dan tanda pengenal. Kantor kami ditelepon apa betul ada karyawan namanya Mahyudi Herman, iya," jelasnya.
Herman dikenal sebagai sosok yang ramah. Selain di kantor tempat korban bekerja, di lingkungannya Herman juga diberi amanat untuk menjadi pengurus RW. Selain itu, korban juga meninggalkan dua anak yang masih kecil. Satu masih sekolah di tingkat SD dan satunya lagi masih berumur 1,5 tahun.
Ketika jenazah dimakamkan ke liang kubur, terlihat keluarga korban tampak menangis. Baik itu isteri ataupun kerabat-kerabat korban.
Baca juga:
Korban Outlander maut: Orang sudah di depan mata dibunuh
Tes urine di BNN, pengemudi Outlander maut tutupi wajah pakai handuk
Keluarga korban minta Christopher beri santunan sebesar Rp 1 M
Korban selamat Outlander maut, tangan kiri dan kaki kanan patah
Herman, korban Outlander maut sudah 20 tahun bekerja di Indosiar
Polisi sebut Christopher rebut kemudi, lalu bawa ugal-ugalan