Karir Militer Try Sutrisno, Sempat Gagal di Tes Fisik hingga Menarik Perhatian Mayjen GPH Djatikusumo & Ajudan Soeharto
Try Sutrisno wafat di usia 90 tahun. Ia meninggal dunia usai dua pekan dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat karena dehidrasi.
Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno meninggal dunia. Ia wafat setelah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat sekitar 2 pekan.
Try Sutrisno rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/3).
Jika ditarik ke belakang, karir Jenderal (Purn) TNI Try Sutrisno di dunia militer terbilang moncer. Pria kelahiran 15 November 1935 ini merupakan lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat tahun 1959.
Dikutip dari sejumlah sumber, Try pernah duduk sebagai Kepala Staf Angkatan Darat periode 1986-1988. Hingga puncak karir militernya menjabat Panglima ABRI periode 1988-1993.
Tidak berjalan mulus. Try Sutrisno muda sempat gagal dalam ujian pemeriksaan fisik saat mendaftar di ATEKAD (Akademi Teknik Angkatan Darat) beberapa tahun silam.
Namun, takdir berkata lain. Sosok Try muda menarik perhatian yang membuatnya memanggil Try. Mayjen Gusti Pangeran Harya (GPH) Djatikusumo, Kasad pertama periode 1948-1949.
Atas panggilan Djatikusumo, Try akhirnya mengikuti pemeriksaan psikologis di Bandung, Jawa Barat hingga akhirnya ia diterima masuk ATEKAD. Di sana pula, Try muda berteman akrab dengan Benny Moerdani.
Awal karir militer Try dimulai tahun 1957. Saat itu, ia ikut berperang melawan pemberontak PRRI yang merupakan kelompok separatis di Sumatra. Selanjutnya, ia lulus dari ATEKAD di tahun 1959.
Setelah itu, ia mengemban tugas di Sumatra, Jakarta dan Jawa Timur. Kemudian, tahun 1972 Try dikirim ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).
Try Sutrisno Ajudan Presiden Soeharto
Karirnya meroket. Try terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto di tahun 1974. Kala itu, Soeharto menyukai sosok Try.
4 Tahun menjadi ajudan Presiden Soeharto, try Sutrisno diangkat menjabat Kepala Staf Kodam XVI/Udayana tahun 1978. Setahun kemudian Try langsung diangkat menjadi Panglima Kodam IV/Sriwijaya.
Sepak terjang Try saat menjabat Pangdam berhasil menyetop penyelundupan timah serta partisipasi dalam kampanye mengembalikan gajah Sumatra ke habitat.
Try Sutrisno Terbang ke Jakarta
Tahun berganti. Di tahun 1982 ia terbang ke Jakarta. Try diangkat menjadi Panglima Kodam V/Jaya di Jakarta. Ikut mengamankan dalam peristiwa Tanjung Priok.
Tak perlu berlama. 3 tahun kemudian Try diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat dan satu tahun kemudian ia naik tangga menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) di tahun 1986.
Dalam periode jabatannya, Try yang membentuk Ban Tabungan Wajib Perumahan TNI AD guna membantu prajurit TNI AD membeli rumah.
Puncak Karir Try Sutrisno
Puncak karir Try Sutrisno yakni menjabat Panglima ABRI tahun 1988-1993.