LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Karaoke ditutup, puluhan gadis pemandu lagu protes polisi

Polres Bantul menutup dan menyegel 15 tempat hiburan karaoke di Parangtritis.

2013-11-19 01:02:00
Wanita Pemandu Karaoke
Advertisement

Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan penutupan 15 tempat karaoke di Pantai Parangkusumo, Parangtritis, pada Minggu dini hari sesuai dengan peraturan daerah.

"Tempat karaoke di Parangkusumo telah melanggar peraturan daerah (perda) karena tidak ada izin operasionalnya," kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bantul, AKBP Surawan, usai menanggapi kedatangan puluhan pemandu karaoke dan pengelola tempat karaoke di Bantul, Senin (18/11). Demikian dikutip dari antara.

Tim operasi penyakit masyarakat (pekat) pada Minggu (17/11) dini hari selain menutup dan menyegel 15 tempat hiburan karaoke, juga menyita sejumlah set peralatan karaoke dan ratusan botol minuman keras.

Puluhan pemandu dan pengelola tempat karaoke mendatangi Markas Polres Bantul, menanyakan alasan polisi menggelar operasi dan menyita sejumlah perangkat karaoke.

"Sebelum ada izin resmi dari Pemda Bantul, kami tidak akan biarkan kegiatan itu berjalan. Operasi ini sesuai dengan keluhan dan laporan dari masyarakat Bantul dan bahkan oleh pihak Kepala Desa Parangtritis sendiri," kata Surawan.

Menurut dia, meski telah melakukan penutupan, namun pihaknya tidak mengamankan para pemilik maupun pengelola tempat hiburan itu, namun hanya memanggil untuk diperiksa terkait perizinan serta diberikan pengarahan.

"Langkah kami lakukan operasi itu juga bentuk antisipasi aksi di luar perkiraan oleh masyarakat, kalau sampai ormas-ormas (organisasi masyarakat) Islam bergerak lebih dulu bisa lebih berbahaya lagi, makanya kami antisipasi," katanya.

Sementara itu, Koordinator Pengelola Tempat Karaoke Kawasan Parangkusumo, Rohadi mengatakan, kedatangan mereka ke Mapolres Bantul untuk menanyakan alasan polisi menggelar operasi dan menyita sejumlah perangkat karaoke.

Ia mengatakan, hal itu karena mereka beralasan bahwa selama ini tempat hiburan karaoke di kawasan Parangkusumo tidak disalahgunakan yakni untuk peredaran minuman keras dan prostitusi.

"Kami cuma minta kelangsungan karaoke itu saja, kami tidak demo kok, cuma memenuhi panggilan Polres dan mau ketemu Kapolres," katanya.

Baca juga:
Wanita pemandu karaoke tewas akibat miras, razia digalakkan
Karaoke lanjut pesta seks dengan pemandu lagu
Selain PL, tempat karaoke juga kerap sediakan sarana mesum
Demi rupiah, PL karaoke rela dipeluk dan mabuk bareng pelanggan
Godaan wanita pemandu lagu nan seksi di ruang karaoke
Karaoke dengan wanita cuma pemanasan, selanjutnya ke kamar

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.