Kapolri waspadai aksi teror di Pemilu 2014
Menurut Kapolri Jenderal Pol Sutarman, sel-sel teror masih hidup.
Kapolri Jenderal Pol Sutarman meyakini jika aksi terorisme masih akan kembali terjadi di Indonesia. Apalagi, Indonesia sebentar lagi akan menggelar Pemilu 2014.
"Kemungkinan (ada), karena sel teror ini masih ada dan mereka itu targetnya tidak jelas selama ini," ujar Sutarman di Gedung DPR , Jakarta, Rabu (29/1).
Dengan potensi tersebut, Sutarman menegaskan, pihaknya akan selalu bersikap waspada. Untuk aksi teror selanjutnya adalah pemilu, Sutarman mengaku belum tahu.
"Yang jelas sel teror hidup dan itulah yang perlu kita waspadai. Apakah akan menarget ke pemilu kita belum ada koneksinya," tegas dia.
Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri ini juga mengaku telah menangkap 18 orang teroris sejak bulan Juli 2013 yang lalu. Sutarman yakin bahwa dari 18 orang tersebut merupakan bagian jaringan dari Nurul Haq, salah seorang teroris kelas kakap yang pernah mendalangi aksi teror di Indonesia.
Baca juga:
APBN untuk dana saksi parpol bisa cair jika ada aturan hukum
Pencitraan ala anggota DPR di depan wartawan
Jelang Pemilu, BUMN jangan terseret arus politik
Kampanye Capres Pramono Edhie Wibowo ala Vicky Prasetyo
Survei SMRC: Elektabilitas capres dari ketua umum partai mandek