Jelang Pemilu, BUMN jangan terseret arus politik
Merdeka.com - Memasuki tahun politik, BUMN diharapkan tetap profesional dan tidak terseret arus ke kubangan politik. Terlebih, sudah sejak lama BUMN disebut-sebut sebagai sapi perah politisi.
"Ke depan saya optimis BUMN kita akan berkembang. Di tahun politik harus kita tarik tegas antara politik dan BUMN jadi tetap kita jaga, BUMN jangan ikut-ikutan dalam politik. Itu prasyarat utama agar BUMN tetap profesional dan governance," ujar Firmanzah Staff Presiden Bidang ekonomi di sela-sela acara outlook BUMN, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (29/1).
BUMN harus mulai menunjukkan garis tegas pemisah dengan dunia politik. Dia mengklaim, profesionalisme dan keterbukaan di BUMN menunjukkan banyak kemajuan.
"Kita nggak mau BUMN jadi sapi perah politik. Bahwa BUMN jadi harus dibina dan diawasi pemerintah jadi alat negara harus kita pertahankan. Kita nggak perlu lagi BUMN kita sudah transparan dan governance," jelasnya.
Disinggung soal pemberian THR perusahaan BUMN untuk politisi, Firmanzah mengelak. Dia beralibi kasus itu tidak serta merta sebagai gambaran umum wajah BUMN. Sebab, kata dia, tidak semua BUMN melakukan tindakan suap.
"Jangan generalisir wajah BUMN secara keseluruhan. Tapi saya nggak setuju itu wajah BUMN kita secara umum, banyak BUMN kita yang bagus,"tegasnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya