LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kapolri ungkap alasan kelompok Santoso sembunyi di hutan Poso

Menurut Tito, operasi ini tetap berlangsung karena MIT menganggap wilayah Poso aman cikal bakal mendirikan teritorial.

2016-07-20 17:12:55
Teroris Santoso
Advertisement

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan operasi perburuan kelompok bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, akan tetap dilakukan kendati pimpinannya Abu Wardah alias Santoso tewas ditembak mati. Menurut Tito, operasi ini tetap berlangsung karena MIT menganggap wilayah Poso qoidah aminah (basis yang aman) cikal bakal kekuatan untuk menguasai teritorial.

"Kenapa operasi ini penting, mereka sudah buat konsep qoidah aminah, tempat mereka cikal bakal menguasai teritorial," kata Tito saat mengunjungi wilayah Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (20/7), bersama sejumlah petinggi Polri dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Menurut Tito ada beberapa faktor kelompok MIT memilih wilayah Poso sebagai tempat persembunyian. Mantan Kepala BNPT itu menilai dipilihnya Poso salah satunya merupakan daerah bekas rawan konflik.

"Poso dianggap ideal karena bekas konflik, warga trauma sehingga jadi welcome," kata Tito.

Tito mengatakan, ada dua syarat sebuah daerah bisa dijadikan qoidah aminah. Salah satunya yaitu adanya dukungan masyarakat setempat.

"Yang kedua daerah ini dianggap ideal untuk perang gerilya karena tempatnya hutan dan gunung. Yang ketiga karena tempatnya jauh dari ibu kota Jakarta," kata Tito.

Baca juga:
Polri ultimatum Basri, istrinya dan istri Santoso segera menyerah
Kapolri beberkan sepak terjang Santoso pimpin teroris Indonesia
Panglima TNI Jenderal Gatot sebut Allah izinkan Santoso mati
Panglima TNI minta teroris anggota Santoso segera turun gunung
Kepolisian: Sidik jari Santoso cocok, tinggal tunggu hasil DNA
Kepolisian: Sidik jari Santoso cocok, tinggal tunggu hasil DNA
Luhut tak yakin ada serangan balik teroris pasca Santoso tewas
Basri dan Ali Kalora sudah lama masuk DPO Mabes Polri

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.