Kapolri soal kasus Hermansyah: Tak ada settingan, pelaku bukan aktor
Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan mengatakan penyidik masih mengejar satu pelaku yang ikut melakukan pengeroyokan terhadap pakar telematika ITB Hermansyah di Tol Jagorawi KM 6.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pelaku penganiayaan ahli IT ITB Hemansyah sempat ketakutan karena motif aksi yang dilakukan dikaitkan dengan sejumlah isu, termasuk politik. Polisi mendapat informasi dari keluarga pelaku soal rencana para pelaku menyerahkan diri.
"Berkembang isu macem-macem motifnya. Sampai motif politik dan lain-lain. Para pelaku ketakutan sendiri," kata Tito saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/7).
Tito mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya yang berhasil menangkap dua pelaku penganiayaan Hermansyah. Dia memastikan polri terbuka terkait proses hukum terhadap pelaku.
"Kasus ini nanti dijalankan Pak Kapolda. Prinsip era keterbukaan nanti juga di pengadilan. Tidak bisa ada yang mensetting di pengadilan. Karena mereka bukan aktor," tegasnya.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan mengatakan penyidik masih mengejar satu pelaku yang ikut melakukan pengeroyokan terhadap pakar telematika ITB Hermansyah di Tol Jagorawi KM 6. Meskipun ada wanita saat aksi tersebut.
"Satu lagi DPO, Domance sedang dikejar, pertama ketangkap Edwin dan Laurens, kemaren dua lagi, sehingga satu lagi, memang ada satu lagi perempuan, itu teman dekatnya Edwin, tapi tetap kita cari untuk diminta keterangan untuk memperjelas lagi kronologisnya," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/7).
Kata Iriawan, Domaince merupakan pelaku yang ikut menumpang mobil Honda City bersama pelaku Lauren Paliama (31), Erick Birahy (22) dan Richard Patipelu (25). Dirinya diduga ikut membantu memukul Hermansyah.
Baca juga:
Ini ciri-ciri komplotan penusuk Hermansyah yang masih buron
Sosok istri bule Hermansyah yang buat salah fokus kasus penusukan
Pengeroyok & penusuk Hermansyah terancam bui lebih dari 10 tahun
Pisau dapur diduga untuk aniaya ahli IT ITB masih dicari polisi
Alumni 212 minta Komnas HAM investigasi kasus chat Rizieq & Firza