Kapolri Pastikan Tim Reformasi Polri Terbuka untuk Masukan Masyarakat Sipil
Ia menegaskan bahwa tim ini akan bekerja sejalan dengan Komite Reformasi Polri yang dibentuk atas inisiatif Presiden Prabowo.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Reformasi Polri sebagai bagian dari upaya pembenahan internal institusi kepolisian. Ia menegaskan bahwa tim ini akan bekerja sejalan dengan Komite Reformasi Polri yang dibentuk atas inisiatif Presiden Prabowo Subianto, demi mempercepat proses reformasi menyeluruh di tubuh Polri.
"Tentunya tim yang ada ini akan selaras dan tentunya akan bisa mempercepat atau mengakselerasi apa yang jadi harapan, rekomendasi," kata dia kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (26/9).
Listyo menjelaskan, Polri juga membuka ruang seluas-luasnya untuk menerima masukan dari berbagai pihak di luar institusi. Masukan dari publik, pakar, hingga pengamat yang sering mengkritisi Polri bakal dijadikan bahan pertimbangan.
"Karena itu juga merupakan bagian dari suara-suara yang saat ini masih mewakili publik," ujar dia.
Dalam waktu dekat, Polri berencana mengundang Koalisi Masyarakat Sipil untuk duduk bersama. Dia memastikan keluhan dan kritik dari mereka akan ditampung.
"Dan kemudian hal-hal ini nanti akan kita sampaikan juga temuan-temuan yang ada, identifikasi masalah yang ada," ujar dia.
Listyo mengatakan, hasil kerja tim internal ini nantinya akan dipadukan dengan rekomendasi Komite Reformasi Polri bentukan Presiden. Jika ada koreksi dari tim komisi, Polri siap menerimanya.
"Polisi tentunya terbuka untuk melaksanakan apa yang tentunya nanti menjadi satu kesimpulan, satu rekomendasi, satu kebijakan. Saya kira sikap institusi polri seperti itu," katanya.