Kapolda minta pendukung tak anarkis ikut sidang gugatan pilkada
Kapolda meminta massa pendukung menyampaikan aspirasinya di tempat yang telah disediakan, yakni di monas.
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengimbau semua pendukung pasangan calon yang mengikuti sidang gugatan di Mahkamah Konstitusi untuk terlibat aktif menjaga ketertiban selama proses persidangan berjalan.
"Artinya kalau ada keberatan yang mau disampaikan ke MK silakan disampaikan dengan cara-cara yang damai. Jangan anarkis. Tidak usah juga menggunakan massa," ujar Kapolda saat menyaksikan pola pengamanan sidang Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (8/1).
Ia mengatakan akan menyediakan Monas dan dan lapangan IRTI kepada para pendukung yang merasa tidak puas dengan keputusan majelis hakim MK untuk mengungkapkan aspirasinya.
"Kalau pun nanti ada yang unjuk rasa, massa akan kita arahkan ke IRTI sana atau di Monas di tempat yang telah kita siapkan. Yang di tempat biasa ada demo di situ," tegas dia.
Sementara itu, untuk pola pengamanan di MK, mantan Kapolda Papua ini mengatakan telah mengerahkan 852 personel gabungan Brimob dan Shabara.
"Kekuatan yang dikerahkan ada 852 anggota dibagi menjadi 3 ring. Ring satu di dalam, ring dua di luar, ring tiga di jalan sana. Kemudian ada yang tertutup dan ada yang terbuka. Berpakaian preman di dalam. Ada tempat escape juga kita siapkan," pungkasnya.
Baca juga:
Mahkamah Konstitusi gelar sidang sengketa Pilkada Serentak
Pendukung calon ramai-ramai nonton bareng sidang di MK
Sidang sengketa Pilkada Tangsel di MK, lawan Airin bawa 56 saksi
KPU Kepri siap ladeni gugatan Soerya-Ansor soal keterlibatan TNI
Pilkada Tasikmalaya,legal standing lembaga pemantau dipertanyakan MK
Terbentur Pasal 158, sengketa Pilkada Kaltara di MK bisa disetop