Kapolda Bali ancam tangkap preman dan ormas pembuat gaduh
Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose murka mendengar terjadinya bentrok antar anggota ormas di wilayah hukumnya. Dia mengancam akan menangkap preman dan anggota ormas yang membuat gaduh.
Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose murka mendengar terjadinya bentrok antar anggota ormas di Jalan Nusa Indah, Gang Cempaka Biru I Denpasar Barat, Minggu (22/1). Dengan nada meninggi, Jendral Polisi Bintang dua yang belum genap sebulan duduk di kursi orang nomor satu di Polda Bali ini mengancam menindak tegas anggota ormas yang terlibat dalam perkelahian tersebut.
Dia tidak akan memberikan toleransi atas kasus bentrokan di wilayah hukumnya. "Saya tidak akan tolerir dengan aksi premanisme. Saya akan tangkap mereka semua kalau buat gaduh di wilayah hukum saya," tegas Irjen Golose di Mapolres Buleleng, Bali, Senin (23/1).
Kepolisian Denpasar Barat bersama Polresta Denpasar berhasil menggulung para anggota ormas yang terlibat keributan di Buluh Indah tersebut. Setidaknya 10 orang dari dua kelompok ormas yang bertikai sudah diciduk.
"Sebelumnya kedua kubu pemuda ini saling lapor. Setelah kami menyita CCTV ditempat kejadian perkara itu kami mengamankan 10 orang dari kedua belah pihak," jelas Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Wisnu Wardana.
Dia membeberkan, 10 orang yang ditangkap bernisial MN, FS, NR, AK, FR, BN, AK, AL, KR, dan OB. Dia menjelaskan, bentrokan terjadi adanya ormas tersulut emosi karena suara geber motor.
"Itu tidak direncanakan, memang seperti itu kejadiannya murni mereka berkelahi karena spontan akibat ketersinggungan" paparnya.
Baca juga:
Pemerintah akui tak mudah bubarkan FPI
Ketua MPR: Ormas anti Pancasila silakan keluar dari Indonesia
Soal ormas, Panglima Gatot akan bantu Kepolisian dengan cara TNI
Anggota DPR sebut Mendagri berhak bubarkan ormas pembuat rusuh
Jokowi perketat pembentukan ormas karena sudah terlalu banyak
Mendagri bilang FPI bisa dibubarkan, asal penuhi syarat ini