LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kamera wartawan tv di Bandung dirampas pengelola bus bandros

Tiket bus bandros resminya dijual Rp 10 ribu tetapi di warga sulit mendapatkan tiket harganya juga naik jadi Rp 50 ribu.

2014-12-18 15:57:35
Kekerasan pada wartawan
Advertisement

Kekerasan terhadap jurnalis dialami kameramen PJTV. Kamera Mardiansyah dirampas pengelola Bus Bandung Tour on Bus (Bandros) saat hendak melakukan peliputan hiburan baru warga Bandung tersebut. Bahkan Dian--begitu akrab disapa-- diancam akan dipolisikan.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (17/12) pukul 10.00 WIB. Saat itu Dian bersama rekannya Jupita Meilana wartawan MNC TV hendak mengonfirmasi keluhan warga yang ingin menggunakan fasilitas bus nyentrik warna merah tersebut.

Dian dalam peliputannya menemukan keluhan warga soal sulitnya mendapatkan tiket Bandros. Warga menyebut tiket harus dipesan satu sampai dua bulan sebelumnya dengan harga melonjak Rp 50 ribu. Padahal tiket secara resmi dibanderol Rp 10 ribu.

"Dari warga katanya gak bisa naik Bandros karena sold out. Tiket harus pesan satu sampai dua bulan sebelumnya. Bahkan harga naik jadi lima puluh ribu rupiah dari harga sepuluh ribu rupiah," terangnya, Kamis (17/12).

Berdasarkan keterangan itu, Dian hendak mengklarifikasi pengelola. Di lokasi, terdapat dua orang pengelola dari Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Bandung, yakni Benny dan Deni .

"Dia (pengelola) malah nanya ngapain liputan di sini? tetapi langsung hendak merampas kamera sambil ngancam mau dilaporin ke polisi," ungkapnya.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyesalkan tindakan tidak semena-mena yang dilakukan petugas dari Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Bandung tersebut. Dia berjanji akan mengusut pelaku perampasan yang menghalangi tugas jurnalistik.

"Saya menyesalkan. Karena tujuannya dihadirkan bus wisata untuk meningkatkan kualitas pelayanan wisatawan. Kalau terjadi ekses kita akan sempurnakan tentu. Dan saya akan teliti siapa yang melakukan perampasan kalau itu disebut perampasan," tandasnya.

Baca juga:
Polisi irit bicara ditanya kekerasan Brimob terhadap wartawan
Polisi ngamuk bubarkan mahasiswa IISIP, wartawan ikut dikejar
Fadel sebut polisi berlebihan atasi demo BBM di Makassar
PWI Aceh gandeng AJI gagas pembentukan LBH Pers
Ramai-ramai kecam polisi aniaya wartawan di Makassar
Kapolda siap dicopot anak buah aniaya wartawan di Makassar

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.