KAI Pastikan Semua Biaya Korban Ditanggung, dari Perawatan hingga Pemakaman
Diketahui, dalam insiden tersebut telah menyebabkan puluhan orang luka dan belasan orang meninggal dunia hingga pagi ini.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, seluruh biaya pengobatan hingga pemakaman korban kecelakaan antara kereta api jarak jauh (KAJJ) dan KRL di Stasiun Bekasi Timur ditanggung pihaknya.
Diketahui, dalam insiden tersebut telah menyebabkan puluhan orang luka dan belasan orang meninggal dunia hingga pagi ini.
"KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal. Seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI," kata Anne dalam keterangannya, Selasa (28/4).
Penanganan Korban
Selain itu, Anne menegaskan, sejak awal kejadian, seluruh upaya difokuskan pada penanganan korban dengan mengutamakan keselamatan dan kondisi setiap penumpang.
"Proses evakuasi dan penanganan dilakukan secara hati-hati karena terdapat korban yang membutuhkan penanganan khusus. Setiap langkah dilakukan dengan pertimbangan medis dan keselamatan agar penanganan dapat berjalan optimal," tegasnya.
"Tim medis, Basarnas, KAI, serta seluruh pihak terkait bekerja secara terkoordinasi di lapangan," ujarnya.
Data Korban Meninggal Dunia
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Diketahui, mereka yang tewas akibat insiden kecelakaan antara kereta api jarak jauh (KAJJ) dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
"Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut," kata Bobby dalam keterangannya, Selasa (28/4).
Sementara itu, untuk korban luka yang berjumlah 84 orang disebutnya telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
"Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat," sebutnya.
Selain itu, terkait dengan barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian ditegaskannya telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found.
"Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut," tegasnya.
"KAI menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121," kata dia.
Permohonan Maaf
Pada hari Senin, 27 April 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan terkait insiden operasional yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, yang termasuk dalam Daerah Operasi 1 Jakarta.
Insiden ini berdampak pada perjalanan kereta api dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelanggan serta keluarga yang menunggu kabar. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan, "Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin."
Anne menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait di lapangan untuk mengatasi situasi ini. KAI memastikan bahwa semua upaya saat ini difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan mengutamakan keselamatan.
Perusahaan juga berkomitmen untuk memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring dengan perkembangan penanganan di lapangan. Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp di nomor 0811-2223-3121 atau Call Center di 121.