Kader PKS yang dideportasi dan dijemput Densus dipulangkan hari ini
Kader PKS yang dideportasi dan dijemput Densus dipulangkan hari ini. Anggota DPRD Pasuruan asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nadir Umar yang dijemput Densus 88 pada Sabtu (8/4), hari ini akan dipulangkan kembali ke daerah asalnya, Pasuruan.
Anggota DPRD Pasuruan asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nadir Umar yang dijemput Densus 88 pada Sabtu (8/4), hari ini akan dipulangkan kembali ke daerah asalnya, Pasuruan.
Kadiv Humas Polri, Irjen (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan, alasan Nadir Umar dideportasi dari Turki adalah karena visa yang ia gunakan ketika hendak ke Lebanon adalah visa on arrival.
"Tidak ada persangkaan. Dia hanya pelanggaran dari visa," ungkapnya di Mabes Polri, Senin (10/4).
Lebih jauh, Boy juga mengatakan, Nadir Umar belum sampai Suriah, tapi hanya sampai Lebanon, lalu dipulangkan kembali ke Turki.
"Belum sampai Suriah. Dia kan dipulangkannya dari Lebanon bukan dari Suriah," katanya.
Ketika dikonfirmasi mengenai asal dana sebesar USD 20.000 yang akan didonasikan kepada pengungsi asal Palestina di Turki dan Lebanon tersebut, Boy mengatakan, dana tersebut berasal dari uang yang dikumpulkan yayasan untuk tujuan kemanusiaan.
"Ya mereka kumpulkan ya. Dana dari bantuan umat yang yayasan itu. Mereka kan punya program-program kepedulian," katanya.
Setelah proses pemeriksaan yang dilakukan RSPA Kemensos Bambu Apus selesai, Boy mengatakan, Nadir Umar akan dipulangkan kembali ke Pasuruan.
"Hari ini selesai (pemeriksaan), dan akan dipulangkan. 17.50 WIB dengan Batik Air, ke Surabaya, baru ke Pasuruan," tutupnya.
Baca juga:
Kepala BNPT tak mau buru-buru simpulkan kader PKS terlibat ISIS
Dipanggil Jokowi, Kepala BNPT lapor soal teroris Tuban & kader PKS
Kadernya dideportasi Turki & dijemput Densus, ini kata Presiden PKS
Soal kader PKS dijemput Densus 88, DPR akan minta penjelasan Kapolri
Kronologi politikus PKS dijemput polisi sepulang dari Suriah
DPR akan tanya Kapolri kenapa Kapolda minta tunda sidang Ahok
PKS tak khawatir fitnah-fitnah bisa gembosi suara Anies-Sandi