Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kadernya dideportasi Turki & dijemput Densus, ini kata Presiden PKS

Kadernya dideportasi Turki & dijemput Densus, ini kata Presiden PKS Sohibul Iman. ©humas PKS

Merdeka.com - Presiden PKS Sohibul Iman mengaku terkejut dengan kabar Anggota DPRD Pasuruan asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nadir Umar, dijemput Densus 88 usai pulang dari Suriah. Sohibul mengatakan, pengurus DPW PKS Jawa Timur tidak mengetahui tujuan Nadir pergi ke Suriah.

"Adapun kepergiannya ke Luar Negeri pihak pengurus tidak mengetahui sama sekali," kata Sohibul saat dihubungi, Senin (10/4).

Sohibul membantah rumor kadernya itu masuk ke wilayah Suriah untuk bergabung dengan kelompok radikal ISIS. Sebab, kata dia, PKS tidak pernah mengajarkan cara berdakwah dengan menggunakan kekerasan dan teror.

"Perlu kami tegaskan doktrin PKS berdakwah dengan cara-cara yang bijak dan menolak kekerasan apalagi teror. Kami taat hukum dan aturan," tegasnya.

Pihaknya meminta semua pihak tidak berspekulasi keterlibatan Nadir dalam kegiatan terorisme bersama ISIS. Dia berharap, kepolisian segera memberikan penjelasan hasil pemeriksaan terkait penyebab Nadir dideportasi oleh pemerintah Turki.

"Kami mohon semua pihak menahan diri agar tidak berspekulasi terlalu jauh dan berharap polisi dapat memberi penjelasan secepatnya," tutup Sohibul.

Anggota DPRD Pasuruan asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nadir Umar, dijemput Densus 88 usai pulang dari Suriah. Polisi meluruskan Umar bukan ditangkap, tetapi dijemput karena polisi menerima informasi ada WNI yang dideportasi dari Turki. Sesuai prosedur, Densus 88 akan melakukan pemeriksaan.

"Anggota DPRD tersebut bukan ditangkap namun dijemput. Seperti biasanya apabila ada yang dideportasi, diberitahukan ke Densus 88 untuk diperiksa. Kebetulan kemarin 8 April 2017 pukul 15.00 WIB dijemput 2 orang yang dideportasi dari Turki via Malaysia di bandara Juanda Surabaya dan Husein sastra negara Bandung," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Rikwanto, Minggu (9/4).

Dua orang tersebut adalah Muhammad Nadir Umar, Anggota DPRD Pasuruan dari PKS yang dideportasi melalui Surabaya. Lalu ada Budi Mastur dari LSM Forum Dakwah Nusantara (FDN) yang dideportasi melalui Bandung.

Hasil interograsi polisi, kedua WNI tersebut masuk ke wilayah Suriah dengan menggunakan cover relawan misi kemanusiaan, yang merupakan relawan dari Yayasan Qouri Umah.

"Rencana dana yang disalurkan oleh yayasan ini, sebesar USD 20.000 yang akan didonasikan kepada para pengungsi di Turki dan Lebanon," kata Rikwanto. (mdk/rnd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP