Jusuf Kalla sebut insiden di Papua gara-gara suara speaker
JK mengatakan, letak persoalan sebenarnya tidak adanya komunikasi yang baik antara kelompok masyarakat dan Muslim.
Wakil Presiden Jusuf Kala mengungkapkan insiden pembakaran musala dan 16 kios di Papua bermula ketika ada pelaksanaan Salat Idul Fitri dan pertemuan pemuka masyarakat setempat.
"Memang asal muasal soal speaker itu. Ada dua acara berdekatan yaitu Idul Fitri dan pertemuan pemuka masyarakat setempat," kata Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (17/7).
Lanjut dia, letak persoalan sebenarnya tidak adanya komunikasi yang baik antara kelompok masyarakat dan kelompok Muslim. "Masyarakat dapat mengetahui dua kepentingan yang bertepatan, satu Idul Fitri dan satu karena speaker, saling bertabrakan. Mestinya, keduanya menahan diri. Masyarakat yang punya acara keagamaan lain harus memahami. Saling memahami lah," papar dia.
Terkait itu, dia meminta polisi dan tokoh masyarakat setempat mencarikan solusi yang baik untuk persoalan ini. "Saya yakin Kepolisian dan tokoh masyarakat setempat dapat menyelesaikan dengan baik," tandas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, salat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua pada Jumat (17/7) sekitar pukul 07.00 WIT diwarnai aksi penyerangan oleh sekelompok massa.
Diketahui, pada saat berlangsung salat Idul Fitri pada takbiran pertama datang sekelompok massa berteriak-teriak dan melakukan penyerangan dengan melempar kearah rumah ibadah dan selanjutnya membakar beberapa kios yang ada disekitar tempat tersebut.
Baca juga:
Ketua DPR: Pembakaran musala di Papua jangan dikaitkan konflik agama
Pembakaran musala di Papua, tiga tertembak dan delapan luka-luka
Prabowo soal insiden Papua: Kita ingin sejuk damai jangan terpancing
Agar tak meluas, Ansor minta polisi usut pembakaran musala di Papua
Polisi rangkul pemuka agama cari solusi pembakaran musala di Papua
Kapolri perintahkan Wakapolda Papua cek lokasi pembakaran musala
Polisi minta warga tak terprovokasi pembakaran musala di Papua