Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi rangkul pemuka agama cari solusi pembakaran musala di Papua

Polisi rangkul pemuka agama cari solusi pembakaran musala di Papua Pembakaran masjid di Tolikara. ©twitter.com

Merdeka.com - Aksi pembakaran musala yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal saat salat Idul Fitri di Papua, harus disikapi dengan hati-hati. Kepolisian Resor (Polres) Tolikara mengefektifkan komunikasi dengan tokoh agama, pemuka adat dan kelompok pemuda.

Kepala bidang (Kabid) hubungan masyarakat (Humas) Polda Papua, Kombes Pol Patrige mengatakan langkah ini penting untuk meredam konflik agar tidak meluas.

"Kapolres Tolikara terus membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh berpengaruh di sana, agar masalah yang terjadi tidak meluas dan segera selesai," kata Kombes Pol Patrige seperti dilansir Antara, Jumat (17/7).

Dengan menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, pihaknya yakin menemukan solusi terbaik. Ini sekaligus cara agar persoalan pembakaran musala tidak dimanfaatkan kelompok-kelompok yang berniat memperburuk keadaan.

"Harapannya semua pihak di Tolikara bisa bekerja sama baik agar masalah ini tidak meluas, tidak ditunggangi oleh kelompok atau orang yang ingin buat masalah," katanya.

Mantan Kapolres Merauke itu menuturkan, pihak kepolisian belum mengidentifikasi pelaku penyerangan. "Upaya paksa tidak boleh gegabah dilakukan, sehingga jajaran di sana terus lakukan pendekatan ke semua pihak yang berpengaruh," katanya.

Seperti diketahui, salat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIT diwarnai aksi penyerangan sekelompok massa.

Warga yang beribadah akhirnya memilih menghindar dan berlindung di Koramil dan Pos 756/WMS.Selain musala, beberapa kios yang ada di sekitar tempat ibadah dibakar massa.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP