Junaidi menyesal gabung ISIS ke Suriah cuma dapat Rp 600 ribu/bulan
Sebelumnya Junaidi merupakan seorang pedagang bakso keliling. Penghasilan didapat ketika itu bisa mencapai Rp 2,5 juta.
Salah satu simpatisan ISIS, Ahmad Junaidi alias Abu Salman mengaku diajak oleh Abu Jandal ke Suriah untuk tujuan kemanusiaan. Selain itu ia juga dijanjikan mendapatkan gaji dengan nominal besar.
"Dijanjikan nominal besar," ujar Junaidi dalam persidangan saksi mahkota kasus terorisme di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (26/1).
Dia mengaku, Abu Jandal hanya mengatakan nominal besar tanpa memberitahu jumlah nominalnya. Namun yang dijanjikan tersebut tidak diterimanya setelah ia pergi ke Suriah. "Yang diberikan hanya USD 50 per bulan atau senilai Rp 600 ribu," tambahnya.
Sebelumnya Junaidi merupakan seorang pedagang bakso keliling. Penghasilan yang dia dapat ketika itu bisa mencapai Rp 2,5 juta.
Junaidi menjadi tukang masak saat di penampungan Suriah selama enam bulan. Ia juga pernah mengikuti latihan bongkar pasang senjata. Karena jenuh akhirnya ia memutuskan untuk pulang.
Ketika ditanya oleh kuasa hukum ke enam terdakwa, Asludin mengenai apakah alasan pulang salah satunya karena penghasilan, ia membenarkan. "Ada juga (alasan itu)" tutupnya.
Baca juga:
Gabung ISIS, begini cara perjalanan WNI menuju markas di Suriah
ISIS melebarkan sayap teror ke Asia Tenggara
'ISIS bukan negara, WNI simpatisan tak bisa dicabut kewarganegaraan'
Malaysia mulai bersiaga hadapi ancaman ISIS
Begini cara Abu Jandal rekrut WNI gabung ISIS ke Suriah
ISIS ancam serang Malaysia, balas dendam anggotanya ditangkap
Kapolri: Setelah kasus Thamrin kita baru sadar ISIS berbahaya