Jumlah peserta IMF-World Bank diperkirakan mencapai 32 ribu orang
Mendekati even besar IMF-World Bank yang akan digelar di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menggelar rapat final untuk persiapan.
Mendekati even besar IMF-World Bank yang akan digelar di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menggelar rapat final untuk persiapan.
Hadir dalam rapat tersebut Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose dan Pangdam lX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, serta para stekeholder lainnya, bertempat di Gedung Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Kamis (4/10) malam.
"Saya ingin melaporkan perhari ini jumlah perserta yang hadir itu 32 ribu orang. Jadi lebih banyak dari pada yang kita perkirakan. Oleh karena itu Bapak Kapolda, Bupati, Gubernur dan Pangdam akan berkerja keras untuk mengatur banyak hal," ucapnya.
Untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas selama acara, sistem ganjil genap akan diberlakukan, kegiatan belajar mengajar akan diliburkan dan akses Tol Bali Mandara akan digratiskan.
"Bapak Kapolda yang mengatur. Jadi beliau yang akan melihat nanti waktu ke waktu mengenai hal ini. Tapi semua sudah ada keputusan dalam bidang masing-masing," imbuhnya.
"Karena seperti yang saya singgung tadi dampak dari 32 ribu itu luar biasa. Bali akan mendapatkan manfaat ekonomi luar biasa. Asumsi kita dengan 19 ribu peserta itu akan tumbuh ekonomi Bali 65,4 persen. Tapi dengan angka 32 ribu orang yang hadir angka sangat mungkin akan naik. Dan menciptakan lapangan kerja 32.700 dengan asumsi 19 ribu tamu," tambah Luhut.
Baca juga:
Ini ragam layanan BNI selama pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali
Layani transaksi peserta IMF-World Bank, BNI sediakan kartu debit khusus
Ini 4 tema bakal dibahas Bank Indonesia di pertemuan IMF-World Bank
Bandara Adi Soemarmo siapkan 15 tempat parkir pesawat delegasi IMF-WB
Pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi bencana saat pertemuan IMF-World Bank