LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jokowi: Tangkap pengedar & pemain besar narkoba, tak ada ampun!

Jokowi mengaku prihatin dengan terus meningkatnya pengguna narkoba yang direhabilitasi.

2015-06-26 11:55:44
Kasus Narkoba
Advertisement

Presiden Joko Widodo memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Istana Negara, Jakarta. Jokowi mengaku prihatin dengan terus meningkatnya pengguna narkoba yang direhabilitasi.

"Tahun lalu yang direhab 18 ribu, tahun ini 100 ribu, tahun depan bisa 200 ribu. Kalau tiap tahun depan kita lipatkan lagi karena kita kejar-kejaran dengan peningkatan pengguna," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/6).

Jokowi menegaskan, narkoba adalah masalah yang sangat serius. Dia meminta kepada aparat penegak hukum untuk bekerja lebih serius menangkap dan menghukum bandar-bandar narkoba.

"Penegakan hukum yang efektif harus betul-betul kita kerjakan dengan serius, tangkap dan tindak tegas bandar, pengedar dan pemain besarnya, tidak ada ampun," jelas Jokowi.

"Dan perkuat kerjasama dengan antar lembaga, komunitas internasional, tindak keras aparat yang menjadi baking, dan LP yang jadi pusat peredaran narkoba," imbuhnya.

Jokowi mengingatkan, pengawasan di pelabuhan juga harus ditingkatkan untuk menangkal peredaran narkoba. Apalagi Indonesia memiliki ribuan pelabuhan dan pesisir pantai.

"Kenali modus baru dalam penyelundupan narkoba," tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga mengajak semua kalangan untuk bersama-sama membebaskan bangsa ini dari ancaman narkoba. Selain itu, secara simbolis Jokowi juga meresmikan pembangunan tempat rehabilitasi pengguna narkoba di 7 wilayah.

Baca juga:
Jokowi sebut pengguna narkoba di RI naik, kerugian materiil Rp 60 T
Di depan Jokowi, Kepala BNN sebut narkotika sudah semakin kronis
Kemenkum HAM segera resmikan lapas khusus bandar narkotika
Lin Zexu, tokoh pertama pejuang anti-narkoba
Meksiko, negara dengan rekor narkoba terburuk sedunia
Ini kartel narkoba paling berbahaya melebihi Freddy Budiman
Selipkan sabu di dalam sarung, seorang nelayan ditangkap polisi

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.