LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jokowi Minta Natal dan Tahun Baru Tak Picu Gelombang Tiga Covid-19

Jika lonjakan kasus Covid-19 tidak terkendali, kemungkinan pemimpin negara-negara G20 tak bisa masuk ke Indonesia.

2021-10-25 17:18:48
Presiden Jokowi
Advertisement

Presiden Joko Widodo meminta bawahannya mencegah lonjakan kasus Covid-19 selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Hal ini diungkapkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

"Jadi arahan bapak Presiden agar dipastikan jangan sampai di acara atau di waktu Nataru terjadi lonjakan gelombang (Covid-19) berikutnya," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (25/10).

Pencegahan lonjakan kasus Covid-19 selama libur Natal dan Tahun Baru kali ini menjadi penentu perhelatan acara internasional tahun 2022, seperti Presidensi Group of 20 (G20). Jika lonjakan kasus Covid-19 tidak terkendali, kemungkinan pemimpin negara-negara G20 tak bisa masuk ke Indonesia.

Advertisement

"Kalau ada lonjakan akan sangat mengganggu kehadiran mereka dan suksesnya acara tersebut," ujarnya.

Saat ini, pemerintah terus memantau perkembangan kasus Covid-19 di 34 provinsi. Termasuk memonitor varian baru Covid-19, seperti varian AY.4.2 asal Inggris.

Budi memastikan, varian AY.4.2 belum masuk ke Indonesia. Varian turunan dari varian Delta itu telah memicu lonjakan kasus Covid-19 di Inggris sejak Juli hingga Oktober 2021.

Advertisement

Selain di Inggris, sejumlah negara di Eropa juga masih mengalami peningkatan kasus Covid-19. Sementara di Indonesia, dalam dua pekan terakhir terjadi sedikit peningkatan kasus Covid-19 pada 105 kabupaten dan kota.

"Memang angkanya masih tidak mengkhawatirkan dan masih berada di bawah batas amannya WHO," jelasnya.

Pemerintah, kata Budi, melakukan berbagai langkah untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air. Pertama, meningkatkan testing (pemeriksaan) dan tracing (penelusuran).

Langkah kedua adalah mempercepat vaksinasi, terutama pada kelompok lansia. Sebab, lansia sangat berisiko mengalami fatalitas jika terinfeksi Covid-19 dan belum mendapatkan vaksinasi.

"Lansia ini orang-orang yang berisiko tinggi untuk masuk rumah sakit dan wafat kalau nanti ada lonjakan berikutnya. Kita harapkan tidak terjadi," pungkasnya.

Data Kementerian Kesehatan hari ini pukul 12.00 WIB, sebanyak 8.066.463 atau 37,43 lansia sudah divaksinasi dosis pertama dari target 21.553.118. Sementara yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau dosis lengkap sebanyak 5.064.001.

Baca juga:
Suasana China di Tengah Temuan Kasus Baru Covid-19
RI Datangkan Obat Molnupiravir Akhir 2021
Pemerintah Berencana Wajib PCR untuk Moda Transportasi Selain Pesawat
Amerika Serikat Telah Suntikkan Hampir 414 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Update Kasus Positif Covid-19 Per 25 Oktober 2021
Pemerintah Masih Temukan Sejumlah Tempat Abai Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi
Ada Peningkatan Kasus Covid-19 di 105 Kota/Kabupaten, Jokowi Minta Semua Waspada
Pemerintah Waspadai Varian Baru Covid-19 AY.4.2 dari Inggris

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.